Posted on January 9, 2010 by caretourism
Dalam website DepBudPar, disajikan beberapa tulisan antara lain dari Roby Ardiwidjaja – seorang peneliti Departemen Kebudayaan dan Pariwisata -, yang menulis paper tentang Pariwisata Berkelanjutan, berjudul : “STRATEGIC SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT IN INDONESIA” (Pengembangan Strategis Kepariwisataan Berkelanjutan di Indonesia) . Kami menilai tulisannya sangat berharga untuk tidak diketahui oleh kalangan pemangku kepentingan dalam bidang pariwisata. Adapun tulisan aslinya, yang kami baca disajikan dalam bahasa Inggris. Di bawah ini kami sajikan salah satu bagian dari tulisannya, – yang kami terjemahkan bebas ke dalam bahasa Indonesia -, dengan harapan dapat dibaca oleh masyarakat luas, khususnya yang berkepentingan dengan pengembangan pariwisata, baik dari kalangan investor, Pemerintah Daerah maupun para dosen/ pengajar pariwisata dsb. Harapan lain dari penyajian artikel ini, semoga bermanfaat bagi segenap pihak yang membacanya. Inilah tulisannya.
Sangat dipercaya bahwa ada banyak manfaat ekonomi dari pengembangan Read more »
Filed under: Tourism Development | Tagged: ecological tourism, ecotourism, kepariwisataan berkelanjutan, pariwisata penuh tanggung jawab, responsible tourism, sustainable tourism, tourim development | Leave a Comment »
Posted on December 24, 2009 by caretourism
Sebagai anak bangsa suatu negara, tentu ingin sekali mengetahui latar belakang sejarah negara di mana kita bermukim sebagai warganya. Trowulan merupakan salah satu saksi sejarah yang membuktikan keberadaan kehidupan bermasyarakat di waktu lalu. Bagaimana kita menyikapi peninggalan-peninggalan sejarah itu akan menunjukkan kebesaran kita sebagai suatu bangsa. Baru-baru ini pemerintah melalui prakarsa DepBudPar menyelenggarakan “sayembara” untuk memperoleh masukan design untuk kepentingan “pelestarian” peninggalan-peningalan sejarah – khususnya Trowulan – agar mampu lebih mewakili – atau mungkin lebih tepat disebut menampilkan – “kebesaran bangsa ini”. Namun beberapa bulan silam, kita pernah “dikejutkan” oleh adanya hingar bingar menyangkut Pengembangan Pusat Informasi Majapahit yang ada sekarang di situs Trowulan, yang akhirnya melatar-belakangi penyelenggaraan sayembara tersebut.
Bagaimana seharusnya kita menyikapi tiap upaya pemugaran situs sejarah agar berfungsi bukan hanya sebagai “monumen sejarah” melainkan juga sebagai upaya pelestarian lingkungan yang menjadi “daya pikat” bagi segenap warga di tanah air bahkan – lebih jauh lagi – memikat warga negara-negara di dunia untuk berkunjung menyaksikannya.
Terlampir, disajikan sebuah pandangan salah seorang anggota Care Tourism, Soehartini Sekartjakrarini, Phd., mengenai bagaimana sebaiknya menangani situs-situs sejarah agar lebih “ramah lingkungan”, yang pada gilirannya menarik minat dan memikat para pengunjung.
Filed under: Tourism Environment | Tagged: historical site, kepariwisataan, pelestarian lingkungan, situs sejarah, trowulan | Leave a Comment »
Posted on November 29, 2009 by caretourism
Bagian terakhir dari tiga bagian tulisan Cri Murthi Adi:
II. PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKESINAMBUNGAN (Sustainable Tourism Development)
1. Secara konseptual dan operasional, pembangunan pariwisata berkesinambungan (sustainable tourism) telah berkembang pembahasannya sejak tahun 1940-an hingga 1992 yang diperjelas dalam RIO Earth Summit yang mendapat Respons Industri melalui Agenda-21 For Tourism;
2. Kelanjutan dari proses historis Sustainable Tourism masih belum nyata dilakukan dengan perumusan arah kebijakan sebagai pembenaran perwujudannya.
III. DAMPAK PERUBAHAN IKLIM
1. Perubahan iklim sudah terjadi dan sangat nyata berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap pembangunan kepariwisataan berkesinambungan dan lebih dari itu pariwisata abad 21.
Dalam menghadapi perubahan iklim, pariwisata mampu berperan penting Read more »
Filed under: Tourism Development | Tagged: arah pembangunan kepariwisataan, destinasi pariwisata, pembangunan pariwisata berkesinambungan, sustainabale tourism development | Leave a Comment »
Posted on November 10, 2009 by caretourism
Artikel ini disampaikan berdasarkan komentar pada artikel terdahulu yang masuk dari Soehartini Sekartjakrarini, Phd yang menyampaikan tulisan Chandra Malik dalam The Jakarta Globe (aslinya dalam bahasa Inggris) . Berikut ini sadurannya secara bebas.
Pengembangan kepariwisataan di suatu negara, pada umumnya bertumpu pada kekayaan, keanekaragaman, kekhasan lingkungan alam maupun budayanya, yang pada hakekatnya dinilai sebagai modal dasar pengembangan kepariwisataan. Oleh karena itu, pengembangan kepariwisataan yang tidak terkendali akan mengakibatkan “tercemar”-nya lingkungan tersebut – baik alam maupun budaya. Sekali alam dan budaya itu sudah tercemar, kepariwisataan pun mulai terancam keberadaannya. Ini suatu hal yang logis, mengingat motivasi “pariwisata alam dan budaya” akan memudar. Di sinilah letaknya ironi dimaksud.
Di satu sisi pengembangan kepariwisataan memerlukan lingkungan, – alam dan budaya -, sebagai modal dasarnya, di sisi lain kepariwisataan berpotensi untuk menimbulkan kerusakan lingkungan bahkan berpotensi sebagai “ancaman”.
Setidaknya Soehartini Sekartjakrarini, anggota Care Tourism – seorang ahli lingkungan, direktur eksekutif IDEA (Innovative Development of Eco Awareness) menyatakan bahwa jika suatu daerah mengembangkan kepariwisataannya, maka efek samping yang negatif bisa saja terjadi. Hutan, Read more »
Filed under: Tourism Environment | Tagged: alam, budaya, ecotourism, kepariwisataan berwawasan lingkungan, lingkungan alam dan budaya, sustainable tourism | 1 Comment »
Posted on October 23, 2009 by caretourism
Artikel ini merupakan kelanjutan, bagian kedua dari tiga bagian, yang ditulis oleh Cri Murthi Adi.
2.10 Pengembangan produk wisata hendaknya dilakukan tidak semata-mata dilihat dari segi sumberdaya yang dimiliki dan dari persepsi perencana, melainkan juga mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan konsumen;
2.11 Kepentingan masyarakat. Komponen produk wisata yang dikembangkan di suatu daerah, seperti akomodasi, jasa boga, atraksi dan obyek wisata dll, hendaknya menggarisbawahi kepentingan masyarakat, dalam arti:
- memberikan peluang peranserta bagi masyarakat;
- memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti infrastruktur, fasilitas dsb.;
- tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
Read more »
Filed under: Tourism Development | Tagged: arah pembangunan kepariwisataan, daya saing | 1 Comment »
Posted on October 4, 2009 by caretourism
Di awal Oktober 2009 kita semua dikejutkan oleh peristiwa gempa Sumatera yang terjadi tidak lama berselang setelah gempa pantai selatan Jawa Barat. Sumatera Barat dan Jambi merupakan daerah yang secara bersamaan menderita musibah itu. Dalam peta pariwisata Indonesia, Sumatera Barat merupakan salah satu destinasi pariwisata yang populer di kalangan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara.
Tidak kurang dari ribuan bangunan, baik rumah tinggal, toko, pusat perbelanjaan, perkantoran, rumah ibadah, sekolah, kampus banyak yang luluh lantak sebagai akibatnya, termasuk di antaranya hotel dan fasilitas pariwisata lainnya seperti terminal bandara, restoran, museum dan obyek wisata lainnya.
Melalui artikel ini Care Tourism menyampaikan rasa simpati serta prihatin kepada para korban dan keluarganya, dan belasungkawa kami sampaikan pula kepada para keluarga yang terkena musibah ditinggalkan oleh anggota keluarga dan kerabatnya.
Di kota Padang, yang termasuk menderita terparah akibat gempa itu salah satu di antaranya adalah Hotel Ambacang, yang selama beberapa hari setelah gempa mendominasi pokok berita di berbagai media massa. Satu dan lain hal karena Hotel Ambacang selama ini bukan saja merupakan akomodasi sebagai tempat di mana para wisatawan bernaung dan menikmati liburannya, Read more »
Filed under: Tourism Demand | Tagged: ambacang, ambacang hotel, ambacang hotel padang, bencana alam, dampak bencana alam, gempa, kepariwisataan, padang, padang ambacang hotel, pariwisata, sumatera barat | Leave a Comment »
Posted on September 16, 2009 by caretourism
Dalam menghadapi persaingan pariwisata yang semakin seru disebabkan berbagai hambatan, seperti kondisi sosio-politik, stabilitas ekonomi, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, upaya meningkatkan daya saing pariwisata memerlukan kiat tertentu, yaitu dengan menyikapi dan menanggapi atas analisis Index Dayasaing Pariwisata 2009 dari World Economic Forum (WEF).
Untuk menyikapi Index Dayasaing Pariwisata tersebut, terlebih dahulu perlu Read more »
Filed under: Tourism Development | Tagged: daya saing, memenangkan persaingan, tolok ukur, wef, world economic forum | Leave a Comment »
Posted on August 30, 2009 by caretourism
Pada kesempatan yang lalu, ditampilkan artikel mengenai Perencanaan Pengembangan Kepariwisataan.
Dalam kesempatan ini, salah seorang anggota Care Tourism, Cri Murthi Adi menulis tentang Arah Pembangunan Kepariwisataan, yang menurutnya merupakan hal paling dasar dalam perencanaan. Karena artikel ini agak terlampau panjang untuk ditampilkan sekaligus, maka kami bagi menjadi tiga bagian. Inilah bagian-1 tulisannya.
I. PARADIGMA BARU PEMBANGUNAN PARIWISATA INDONESIA
(1).Pembangunan Pariwisata Indonesia dihadapkan pada pelbagai Read more »
Filed under: Tourism Development | Tagged: arah pembangunan kepariwisataan, kemiskinan, kesatuan bangsa, pengangguran, persatuan bangsa, sustainable development | 1 Comment »
Posted on July 30, 2009 by caretourism
Sebagaimana pengembangan bidang-bidang lainnya, pengembangan kepariwisataan pun memerlukan perencanaan yang seksama. Satu dan lain hal, karena kepariwisataan menyangkut berbagai bidang kehidupan, baik bagi wisatawan maupun bagi masyarakat setempat yang menjadi “tuan rumah”.
Perencanaan kepariwisataan, tidak hanya berkepentingan dengan wisatawan, melainkan juga melibatkan kepentingan masyarakat setempat (local), daerah (regional) maupun nasional pada umumnya di negara yang bersangkutan. Oleh karena itu pengembangan kepariwisataan harus digarap bukan hanya dalam hal penyediaan hotel dan kegiatan promosi semata, melainkan juga segi-segi lainnya yang menjadi “kebutuhan hidup” wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara – layaknya seorang manusia – sebagaimana kebutuhan hidup masyarakat setempat selaku tuan rumah, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, makan-minum, mobilitas, udara segar, Read more »
Filed under: Tourism Development | Tagged: akomodasi, aksesibilitas, atraksi, event attraction, kepariwisataan, obyek wisata, pengembangan, perencanaan, peristiwa wisata, site attraction, tourism markets, Tourism Organization, tourism resources | 1 Comment »
Posted on April 10, 2009 by caretourism
Dalam Buku di samping ini dapat dilihat 14 (empatbelas), – masing-masing berikut rinciannya-, kriteria penilaian Index Dayasaing Pariwisata 2009 yang digunakan oleh World Economic Forum (WEF).
Kriteria tersebut seyogyanyanya dapat “kita manfaatkan”, baik oleh Pemerintah (Lintas Sektoral Pusat dan Daerah), Kalangan Usaha Pariwisata maupun masyarakat pada umumnya sebagai acuan dalam pembenahan, perbaikan, pengembangan dan penyempurnaan bidang-bidang terkait dengan kepariwisataan yang dinilai masih banyak kelemahannya, sebagaimana dapat kita lihat dalam artikel terdahulu. (Lihat Chart I dan Chart II).
Filed under: Tourism Development | Tagged: acuan pembenahan, dayasaing, index dayasaing, kriteria penilaian index dayasaing, pariwisata, pengembangan, penilaian dayasaing, penyempurnaan, perbaikan | 1 Comment »