Dalam penilaian index persaingan pariwisata, World Economic Forum hanya mengikut sertakan 8 di antara 10 negara ASEAN.
Seperti diutarakan dalam artikel terdahulu, urutan dayasaing pariwisata negara-negara ASEAN adalah sebagai berikut:
1. Singapura; 2. Malaysia; 3. Thailand; 4. Brunei Darussalam; 5. Indonesia; 6. Philippina; 7. Vietnam; 8. Cambodia.
Secara rinci, – lihat Chart I yang membandingkan Indonesia dengan Malaysia, Singapura dan Thailand -, Singapura unggul hampir dalam segala bidang. Dalam hal Pengaturan Kebijakan & Peraturan (1), dengan nilai 6.24; Kelestarian Lingkungan (2), nilai 4.85; Keselamatan & Keamanan (3), nilai 6.33; Kesehatan & Higiene (4), nilai 5.19; Upaya Memprioritaskan Perjalanan & Pariwisata (5), nilai 6.26; Prasarana Transport Udara (6), nilai 5.03; Prasarana Pariwisata (8), nilai 4.37; Prasarana ICT, – Information & Communication Technology -, (9), nilai 5.11; Sumberdaya Manusia (11), nilai 6.29; Keterikatan pada Pariwisata (12), nilai 5.66; dan yang sangat “menakjubkan” adalah dalam hal Sumberdaya Budaya (14), unggul dengan nilai 4.07, Indonesia malah dalam urutan ke-4 setelah Malaysia dan Thailand. Dibandingkan dengan Malaysia, Singapura dan Thailand, dalam hampir semua bidang Indonesia berada di urutan terbawah.
Namun dibandingkan dengan Brunei, Cambodia, Philippina dan Vietnam, posisi Indonesia berada hanya pada peringkat rata-rata. Lihat juga Chart II.
Sementara itu dalam hal Prasarana Transportasi Darat (7), Singapura dengan nilai 6.50 diungguli oleh Thailand dengan nilai 6.82 serta dalam hal Dayasaing Harga Jasa Pariwisata (10) dan Sumberdaya Alam (13) Singapura berada di urutan terbawah, diungguli oleh Malaysia di urutan pertama, ke-2 Thailand, ke-3 Indonesia dan ke-4 Brunei.
Filed under: Tourism Marketing | Tagged: ASEAN, dayasaing, dayasaing pariwisata, pariwisata







[...] bidang-bidang yang dinilai masih banyak kelemahannya, sebagaimana dapat kita lihat dalam artikel terdahulu, khususnya Chart I dan Chart [...]