PARIWISATA DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


Pengembangan kepariwisataan dewasa ini acapkali dihubungkan dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Mengapa demikian? Kenyataan menunjukkan bahwa pengembangan kepariwisataan itu tidak hanya membawa “manfaat” (dampak yang bersifat positif), melainkan juga yang berdampak negatif, antara lain pada kualitas lingkungan hidup.

Berbagai negara, termasuk Indonesia, yang terhimpun dalam organisasi pariwisata global maupun regional sangat peduli dengan pembangunan berkelanjutan dalam kaitannya dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Beberapa data di bawah ini (Sumber: World Economic Forum Report – 2009), memberikan petunjuk tentang berbagai faktor sebagai “penymbang” pada polusi emisi karbon secara global.

  • Kota-kota menghasilkan 70% emisi karbon dunia.
  • Pembabatan hutan, menyumbangkan 20% dari total emisi karbon global.
  • Perjalanan udara menghasilkan 2% pada emisi carbon dunia, – Angkutan darat, hotel dan pelayanan pariwisata secara umum bahkan memberikan porsi lebih besar dari perjalanan udara -.
  • Efisiensi ruang angkasa dapat mengurangi 8% – 12% dari emisi CO2 dari yang dihasilkan penerbangan.
  • Bisnis Kepariwisataan dan Wisata Liburan, – mancanegara dan nusantara -, menyumbangkan 5% dari total emisi karbon global.

Dewasa ini negara-negara di dunia berupaya untuk mengelola lingkungan secara lebih efisien dan lebih efektif.
Pada hari ini *), 19 Juli 2011, Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan High Level Dialogue on The Institutional Framework for Sustainable Development (HLD IFSD), yang disebut Solo Meeting, di mana hasilnya dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dalam persiapan Konferensi RIO+20, Desember 2011.
Pertemuan yang dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup di Solo, Jawa Tengah, dihadiri oleh para pengambil keputusan, pejabat-pejabat PBB, wakil-wakil dari berbagai organisasi regional dan internasional dengan portofolio dalam pembangunan berkelanjutan. Selain daripada itu perwakilan masyarakat sipil, peneliti dan ahli-ahli untuk pertukaran ide.

Diperkirakan pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta yang berasal dari 80 negara, 10 Badan PBB, 21 Major Groups dan 17 NGO.

Solo Meeting ini merupakan titik penting untuk mendorong kelembagaan lingkungan yang lebih efektif. Ini merupakan inisiatif Indonesia dan UNDESA (United Nations Departement of Economic and Social Affairs).

Melalui inisiatif ini diharapkan proses reformasi pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup di tingkat global akan dimulai. Demikian pernyataan Staf Ahli MENLH Bidang Perekonomian dan Pembangunan Berkelanjutan, Dana A. Kartakusuma.
Diskusi ini dirasakan penting bagi Indonesia, mengingat kaitannya dengan revitalisasi upaya penyelenggaraan pembangunan berkelanjutan tidak hanya di tingkat global melainkan juga di tingkat nasional dan lokal.
Inisiatif ini semoga menjadi pertanda kesungguhan Indonesia untuk betul-betul mewujudkan pembangunan berkelanjutan itu, termasuk dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, di tingkat nasional maupun lokal. Dengan demikian kepariwisataan tidak akan menjadi “ancaman” bagi lingkungan.

Namun demikian, perlu agaknya kita sadari bersama, bahwa Pemerintah tidak dapat melakukannya sendirian. Untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan berkelanjutan, demi kepentingan kita sendiri, diperlukan “partisipasi aktif” dari semua pihak, termasuk unsur masyarakat. Misalnya dengan cara “Tidak membuang sampah di sembarang tempat”, “Tidak merusak tatanan lingkungan”, namun sebaliknya, masyarakat dapat berperan aktif bahkan dalam hal “mengolah sampah”.
Sebagai salah satu contoh **): Pesantren Peduli Lingkungan yang berlokasi di Tremas Kabupaten Pacitan yang mendapat kunjungan Menteri KLH pada 8 Juli 2011, dalam hubungan dengan kunjungan kerja di mana salah satu acaranya adalah peresmian BANK SAMPAH, yang berlokasi di Jl. Veteran 70, Pacitan.
Peduli lingkungan memang perlu di mulai sejak dini, melalui sosialisasi peranserta dalam “mengelola” sampah untuk menjadikannya lebih bernilai (more valuable) agar bernilai lebih (value added).
_________________________
*) Sumber:
http://www.menlh.go.id/home/index.php?option=com_content&view=article&id=5092%3Asiaran-pers-indonesia-tuan-rumah-dialog-tingkat-tinggi-untuk-pembangunan-berkelanjutan&catid=43%3Aberita&Itemid=73&lang=id

**) Sumber:
http://www.menlh.go.id/home/index.php?option=com_content&view=article&id=5086%3Asiaran-pers-kementerian-lingkungan-hidup-resmikan-bank-sampah-dan-kembangkan-eco-pesantren-&catid=43%3Aberita&Itemid=73&lang=id

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 253 other followers

%d bloggers like this: