Destination Management Organisation


Sebanyak 15 destinasi pariwisata di Indonesia akan dikembangkan dengan konsep Destination Management Organisation (DMO) dalam kurun empat tahun ke depan. Selama kurun waktu lima tahun sejak 2010 hingga 2014, kami telah menetapkan 15 destinasi pariwisata yang akan dikembangkan dengan konsep DMO. Demikian bunyi sebuah pernyataan pers yang diutarakan oleh salah satu Pejabat Teras Kemenbudpar sekitar September 2011.

Apa Gerangan DMO

Pengertian DMO dapat dilihat dari dua sisi.

  1. Di satu sisi DMO merupakan pembentukan dan pengembangan organisasi tata kelola destinasi pariwisata. Dalam hubungan ini DMO dipandang sebagai suatu “lembaga” yang menyelenggarakan “tata kelola” suatu destinasi pariwisata (Destination Management Organizing Agency).
  2. Di sisi lain DMO dapat pula merupakan “penyelenggaraan tata kelola” suatu destinasi pariwisata, sehinggga dalam kaitan pengertian ini DMO dipandang sebagai suatu “sistem” tata kelola destinasi tersebut.

dmoDengan demikian DMO dapat disebut sebagai suatu “Lembaga yang menyelenggarakan Tata Kelola Destinasi Pariwisata secara berkelanjutan berbasiskan proses, mulai sejak perencanaan hingga operasional serta pemantauannya”.

Sebagaimana kita fahami bahwa keberadaan suatu destinasi wisata terbentuk berkat adanya berbagai unsur dari berbagai sektor dan sub-sektornya yang terdapat di suatu wilayah tertentu yang dapat ditampilkan dan dapat memenuhi kebutuhan wisatawan, – baik wisnus maupun wisman -, sehingga dapat dibayangkan bahwa menyelenggarakan tata kelola suatu destinasi tidaklah sesederhana sebagaimana yang mampu kita bayangkan, mengingat pengelolaan suatu destinasi tidak saja menyangkut koordinasi berbagai sektor dan sub-sektor secara horisontal di wilayah tersebut, melainkan juga terkait berbagai tingkatan kualitas (vertikal) dari tiap jenis pelayanan yang dibutuhkan wisatawan.

Keberhasilan DMO

Keberhasilan menyelenggarakan DMO bergantung pada banyak hal. Sepuluh di antaranya adalah sebagaimana yang diutarakan pakar pariwisata Alastair M. Morrison, Ph.D. yang disebutnya sebagai “10-A penentu Keberhasilan Destinasi Pariwisata” (10 A’s For Successful Tourism Destinations; Morrison, A.M. – Continue reading

Halal Tourism Awards – Pelipur Lara Bagi Aceh


Di tengah suasana duka yang sedang di derita Aceh akibat gempa beberapa hari yang lalu, kita dikejutkan dengan kabar gembira sebagai pelipur lara bagi Aceh. Pasalnya, Bandara Internasional Aceh, Sutan Iskandar Muda, mendapat kemenangan sebagai “World Best Halal Airport for Halal Travellers” di samping Aceh sebagai “World’s Best Halal Cultural Destination” dalam World Halal Tourism Awards yang diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (United Arab Emirates) 24-25 Oktober 2016.

awards-categories-trophy

World Halal Tourism Trophy

Dalam kesempatan itu, Indonesia memenangi 12 kategori di antara 16 kategori yang di pertandingkan di mana 4 kategori sisanya Indonesia tidak mengajukan unggulannya. Praktis 12 kategori yang diikuti Indonesia disapu bersih buat kemenangan Indonesia. Sebagaimana pernah dikemukakan dalam artikel terdahulu, Malaysia dan Turki telah lebih dulu merupakan Negara Destinasi Unggulan dalam kancah Kepariwisataan Muslim di Dunia.

Kategori  World Halal Tourism Awards

Adapun 12 dari 16 kategori yang dimenangi Indonesia selengkapnya adalah sbb.:

  1. World’s Best Airline for Halal Travellers: Garuda Indonesia;
  2. World’s Best Airport for Halal Travellers: Sultan Iskandar Muda International Airport
  3. World’s Best Family Friendly Hotel: The Rhadana Kuta, Bali
  4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel: The Trans Luxury Hotel Bandung
  5. World’s Best Halal Beach Resort: Novotel Lombok Resort & Villas
  6. World’s Best Halal Tour Operator: ERO Tour, West Sumatera
  7. World’s Best Halal Travel Website: http://www.wonderfullomboksumbawa.com
  8. World’s Best Halal Honeymoon Destination: Sembalun Valley Region, West Nusa Tenggara
  9. World’s Best Hajj & Umrah Operator: ESQ Tours and Travel
  10. World’s Best Halal Destination: West Sumatera
  11. World’s Best Halal Culinary Destination: West Sumatera
  12. World’s Best Halal Cultural Destination: Aceh

Continue reading

Destination Branding – Wonderful Indonesia (2)


Menyambung artikel terdahulu, mari kita bahas tentang Destination Branding lebih lanjut.

Mengenal Brand lebih dekat.

Di Indonesia, Brand pada umumnya difahami sebagai “merek” atau merek dagang (trade-mark). Dalam hubungan destinasi pariwisata, Destination Brand itu agaknya lebih cocok jika disepadankan dengan Citra Destinasi.
Sebelum kita membahas Destination Branding, sebaiknya kita fahami terlebih dulu apa yang dimaksud dengan Brand serta apa dan bagaimana pula kerjanya.

  1. Destination Branding-"Wonderful Indonesia"- di London

    Destination Branding-“Wonderful Indonesia”- di London

    Suatu brand dapat dinyatakan berupa nama, istilah, tanda, simbul, atau disain, atau gabungan daripadanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari satu atau sekelompok penjual guna membedakan barang atau jasa tersebut dari barang atau jasa para pesaingnya (Keller – 1993, dalam Rebecca – 2013).

  2. Brand, bukan hanya sekedar pengenal, melainkan juga mewakili “reputasi” dan “nilai kepedulian” (care value) organisasi yang bersangkutan (Gilmore – 2002, dalam Rebecca – 2013).
  3. Pada dasarnya, suatu brand merupakan representasi visual karakteristik produk yang unik milik suatu organisasi, – fungsional maupun non-fungsional -, yang sangat berarti bagi konsumen (Morgan – 2002, dalam Rebecca – 2013).
  4. Dari sudut pandang konsumen, suatu brand dapat dipandang sebagai segenap informasi, rasa dan pengalaman yang diperolehnya dari suatu produk (Keller – 1993, dalam Rebecca – 2013). Penglihatan dan pendengaran tentang suatu brand membawa ingatan konsumen pada asosiasi tentang suatu produk atau organisasi tertentu, yang dapat juga merupakan pengetahuan / pengalaman baru bagi pengambilan keputusan para konsumen.

Continue reading

Destination Branding – Wonderful Indonesia (1)


Dalam tahun 2016 ini kepariwisataan kita “diramaikan” dengan berbagai upaya gencar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), baik dalam kegiatan yang bernuansa Destination Branding di samping upaya lainnya dalam hal pengembangan dan pembinaan destinasi.

destination-branding-in-france

Destination Branding- “Wonderful Indonesia” di Perancis.

Dalam hubungan dengan Destination Branding Kemenpar pun tidak segan-segan melancarkannya di negara-negara asal wisatawan (tourist origin countries) yang dipandang potensial selama ini seperti Eropa (khususnya Inggris dan Perancis) dengan maksud menanamkan “citra” Indonesia sebagai Negara Destinasi Wisata yang patut dikunjungi di antara negara-negara destinasi wisata yang ada di dunia. Hal itu dilakukan oleh Kemenpar dalam hubungannya dengan upaya mencapai target 20 juta wisman di tahun 2019 yad.

Dalam Konsep Pemasaran (Marketing Concept) maupun Penelitian Akademik (Academic Research), Destination Branding merupakan hal yang relatif masih baru (Rebecca Schaar, 2013).
Continue reading

Spirit dan Strategi Wonderful Indonesia


Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kementerian Pariwisata baru-baru ini (28-29 April 2016), Menteri Pariwisata Arief Yahya mengutarakan Spirit dan Strategi Wonderful Indonesia ke depan di masa Wonderful Indonesiadatang. Antara lain dikemukakannya: “Strategi itu penting untuk membuat perusahaan menjadi baik. Spirit itu lebih penting, karena membuat sebuah perusahaan menjadi hebat”. Selain itu, ia pun bertutur: “Saya menaikkan kelas pariwisata kita dari level nasional ke level internasional. Karena itu, pembicara yang diundang dari luar pun harus dalam konteks persaingan global”. Untuk itu, Kemenpar membangun Semangat WIN (Wonderful INdonesia Spirit) dengan menggunakan prinsip 3S, yaitu Solid, Speed, Smart. Dengan pengertian:

  • Solid, implementasinya pada persatuan, menuju Indonesia Incorporated;
  • Speed, mengacu pada instruksi presiden bahwa tahun 2016 adalah tahun percepatan. Siapa yang cepat akan mengalahkan yang lambat;
  • Smart, akan dilakukan dengan cara “go digital,”

Tidak pelak lagi, kemenpar menampilkan pembicara-pembicara bukan saja yang berkelas ‘nasional’ melainkan juga dari kalangan berkelas ‘internasional’, seperti Marienne dari Ogilvy, PR Company, yang berpusat di New York, memaparkan “Marketing 360 Derajat” yang berhasil menginspirasi para peserta Rakor.
Continue reading

Optimalisasi Taman Nasional


Dalam rangka pengembangan produk pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui optimalisasi Taman Nasional sebagai destinasi wisata yang memikat.
Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa upaya optimalisasi taman nasional itu berdasarkan pemikiran bahwa taman nasional dinilainya memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan keunggulan komparatif (comparative advantage) yang sangat kuat. Di samping itu juga, akan diterapkan prinsip-prinsip Pembangunan Pariwisata Berkesinambungan (STD, Sustainable Tourism Development) berdasarkan model serta aturan UNWTO (United Nations World Tourism Organization).
Taman NasionalDalam kaitannya dengan hal itu, ada tujuh Taman Nasional yang dalam waktu dekat akan dibenahi melalui pembentukan 3-Klaster dengan menggunakan 4-strategi seperti disampaikan oleh Tachrir Fathoni, Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK.

4 Strategi

  1. Membentuk konsep klaster untuk menciptakan “Kemewahan” dgn tetap mengedepankan Konservasi dan Konektivitas Antar Klaster agar menjadi satu kesatuan destinasi;
  2. Menciptakan destinasi wisata alam baru utk mengembangkan konektivitas antar lokasi alam di dalam klaster;
  3. Mendesain keunggulan komparatif destinasi wisata alam melalui berbagai upaya taktis dan strategis;
  4. Mewujudkan 3P (Public Private Partnership), yaitu Kerjasama Pemerintah-Swasta, dalam pengembangan wisata alam;

Dalam upaya optimalisasi taman nasional itu, Tachrir Fathoni menyatakan bahwa keunikan taman nasional akan Continue reading

Ketahanan Daya Saing Wonderful Indonesia


Ketika Branding “Wonderful Indonesia” ditetapkan pada tahun 2011, banyak yang bertanya, mengapa Wonderful Indonesia? Menteri Jero Wacik pada waktu itu menjelaskan, bahwa branding tersebut didasarkan pada beberapa kenyataan tentang Daya Tarik Pariwisata , – yang kita semua sudah faham -, yaitu antara lain:

  • Wonderful Nature. Kenyataan menunjukkan bahwa alam Indonesia sangat kaya dengan keindahannya serta berbagai hasil bumi dan lautnya. Dari mulai ketinggian puncak gunung hingga ke dasar laut yang terdalam, dan dari pulau ke pulau yang terhampar dari Barat sampai ke timur, mengandung sumber alam DayaSaingCoverserta keindahan sebagai potensi pariwisata yang luar biasa, tiada tandingan.
  • Wonderful Culture. Demikian pula halnya dengan kebudayaan yang kita miliki menampilkan keaneka ragamannya seiring dengan kebhinekaan bangsa dari Sabang sampai Merauke, dalam hal seni budaya, adat istiadat, bahasa, gaya dan cara hidup, dsb. yang sukar untuk ditandingi oleh negara mana pun di dunia.
  • Wonderful People. Kehidupan bangsa Indonesia yang bertoleransi tinggi, ramah tamah dan senyum yang senantiasa menghias wajahnya, ditambah lagi dengan kehidupan demokratis merupakan salah satu “kekuatan” (strength) bagi kepariwisataan kita dalam kaitannya sebagai suatu Hospitality Industry.
  • Wonderful Food. Tidak kalah pentingnya adalah potensi yang kita miliki dalam hal keragaman makanan dari yang tradisional sampai pada hidangan internasional yang mampu disajikan bagi para wisatawan selaku “tamu” kita. Bukan saja dalam segi keragaman makanannya, melainkan juga dalam tatacara penyajiannya yang beragam dari satu pulau ke pulau lainnya serta dari satu jenis makanan ke jenis makanan lainnya di seluruh tanah air.
  • Wonderful Value for Money. Di atas semua itu, satu hal yang semua orang, – tidak terkecuali juga para wisatawan -, sangat berkepentingan dengan nilai uangnya, terutama yang dibelanjakannya selama kunjungannya di Indonesia.

Continue reading