MENYONGSONG 8 JUTA WISMAN DI TAHUN 2009 (Bagian-I)


Visit Indonesia Year 2009Tahun 2009 sudah tiba, pemerintah (Depbudpar) menyatakan bermaksud melanjutkan Visit Indonesia Year (VIY) di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya. Ada pertanyaan yang perlu mendapat jawaban “Apa yang menjadi thema VIY-2009?”

Rencana kerja Depbudpar telah dipaparkan dalam kesempatan rakor (rapat koordinasi) di awal Desember 2008, dengan latar belakang perkembangan pariwisata internasional dan nasional yang pada dasarnya masih membawa angin optimisme pertumbuhan, walau laju pertumbuhannya agak melambat sehubungan dengan kondisi ekonimi global yang sedang menderita sakit. Dari perkiraan UN-WTO (United Nations World Tourism Organization) tahun 2007 tidak kurang dari 903 juta wisatawan internasional; 2010 akan mencapai 1.0 milyar dan 2020 meningkat lebih lanjut menjadi 1.6 milyar.

Catatan dari Conference on Revitalization of Tourism and Confronting Crisis, yang diselenggarakan di Chengdu, China 15 – 19 Nevember 2008 yl, menunjukkan bahwa dalam 8 bulan pertama 2008, pertumbuhan pariwisata dunia rata-rata 3,7%, dan diperkirakan akan menurun pertumbuhannya menjadi antara 2% – 3% sampai Desember 2008.

Ditinjau dari Pangsa Pasarnya, Asia Timur dan Pasifik mengindikasikan kecenderungan meningkat dari 14,4% tahun 1995, menjadi 25,4% di tahun 2020. Sementara itu, pangsa pasar Eropa mengalami kecenderungan menurun dari 59,8% tahun 1995 menjadi 45,9% di tahun 2020 walau masih menduduki posisi sebagai pasar terbesar.

Bagaimana dengan pariwisata Indonesia? Bertitik tolak dari 5,5 juta wisman tahun 2007 dan perkiraan wisman tahun 2008 mencapai 6,4 juta (dari target 7 juta), tahun 2009 ditargetkan 8 juta wisman dan 226 juta wisnus dengan perolehan devisa US$ 8 milyar dari wisman dan pengeluaran Rp 82 trilyun dari wisnus.

Pull Strategy
Merupakan bagian daripada Renstra (Rencana Strategi) dan Rencana Kerja Pemerintah, Pemasaran Pariwisata akan dilakukan melalui pendekatan Pull and Push Strategy, di mana Pull Strategy dimaksudkan untuk menarik wisman dengan meningkatkan kesadaran (awareness, red.caretourism) dan keinginan/minat (interest) untuk berkunjung ke Indonesia, dengan demikian akan membawa Indonesia ke posisi sebagai destinasi pilihan, – keputusan (decision) -, wisatawan.

Sementara itu, agar wisatawan dapat langsung bertindak (action) mengunjungi Indonesia, terutama asal Singapura, Malaysia dan Australia, maka penjualan langsung di pasar merupakan alternatif yang dinilai oleh Depbudpar perlu ditempuh.
Atas dasar pertimbangan dana promosi yang terbatas, media yang dipilih untuk itu adalah media elektronik dan media cetak lokal.

Push Strategy
Adapun Push Strategy dimaksudkan untuk mendorong industri pariwisata di dalam dan luar negeri melakukan pengenalan dan penjualan produk pariwisata Indonesia. Dalam hubungan ini pemerintah memfasilitasi industri pariwisata dalam dan luar negeri untuk mengadakan pertemuan bisnis, pengadaan bahan promosi, kerjasama promosi dan kemudahan lain untuk mendatangkan wisman. Dalam keterbatasan dana promosi, upaya meraih sasaran dilakukan dengan menyelenggarakan dan/atau berpartisipasi dalam event internasional seperti bursa pariwisata, travel fair dan sejenisnya di luar negeri.
Untuk maksud ini, kebijakan dalam pemasangan iklan pada media elektronik dan cetak dilakukan seminimal mungkin atas dasar pertimbangan keterbatasan dana.

Kerjasama dengan pihak swasta dinilai Depbudpar perlu dilakukan dalam hal melengkapi diri dengan bahan-bahan promosi antara lain berupa VCD, DVD, Calendar of Events, Tourist Map, Booklet, Travel Planner, Travel News, Information Sheets, Information Kit, pemasangan baliho dll.

Dalam hal upaya meningkatkan citra destinasi dan guna mendorong pembentukan paket-paket wisata, maka kegiatan familiarization tours dinilai perlu ditingkatkan kegiatannya dengan mengundang tour operators, para penulis (kolumnis dan penulis wisata), serta tokoh dan selebriti dari negara pasar. Untuk pelaksanaan ini pun diperlukan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), baik tingkat pusat maupun tingkat daerah, seperti instansi terkait pemerintah, maskapai penerbangan, biro perjalanan, hotel, restoran, obyek dan atraksi wisata dsb.

Lagi-lagi dengan pertimbangan keterbatasan dana, maka Push Strategy akan lebih banyak dilakukan ketimbang Pull Strategy.

Dalam tulisan berikutnya akan disampaikan hal-hal yang menyangkut strategi-strategi di bawah ini.

Dengan menghubungkan antara sisi produk dengan sisi permintaan pasar, Depbudpar menetapkan tiga Strategi Penetrasi yakni:
a. Produk Lama Untuk Segmen Baru;
b. Produk Lama dengan Kegunaan dan Kemasan Baru;
c. Membentuk dan Mendukung Komunitas (Social Nedia).

Dalam rangka meraih target 8 juta wisman Depbudpar menetapkan berbagai strategi lainnya di samping strategi-strategi tersebut di atas, antara lain:
1. Strategi Penyerangan Tidak Langsung;
2. Strategi Pemasaran Gerilya;
3. Strategi Market Nicher;
4. Strategi Kompetitif, dan
5. New Wave Marketing

Salam,

SUKSESKAN PARIWISATA INDONESIA

6 Responses

  1. Mudah2an programnya bisa jalan, semoga sukses.

  2. Saya sebagai insan pariwisata, karena bekerja dinas pariwisata dki jakarta lumayan lama (thn 2010 akan pensiun), merasakan koq pariwisata jakarta makin hari makin tidak menjual, saya merasakan tidak ada kebijakan yang dinamis mengikuti dinamika pariwisata dunia, sementara itu terlalu banyaknya problematika kota Jakarta yang perlu ditangani dengan segera dan di Indonesia sendiri KITA tidak sepenuh hati menetapkan Pariwisata sebagai ujung tombak penghasil devisa, pariwisata cuma “aplikasi” tempel sana tempel sini, dan satu hal yang lemah KITA tidak bergandengan tangan bersama menyongsong dan mengusung pariwisata kita dalam bersaing di pasar global, Saya rasa blog P.Eman bisa menstimulasi pelaku pariwisata khususnya di Jakarta dalam upaya menjadikan Jakarta sebagai “Distinasi Utama”dengan memaanfatkan beraneka ragam khazanah dan potensi pariwisatanya.
    Terima kasih p.SWA

    • Tksh Zul, utk komentarnya.
      Memang itulah yang menjadi masalah, – tidak adanya koordinasi, baik horisontal antara satu dep. dg dep lainnya, Pemda dgn industri di daerahnya, antara daerah dg daerah lain, antara elemen industri sendiri ataupun assosiasi, BPW-Hotel-Penerbangan-taxi dsb., maupun vertikal antara Pem Pst dg Pemda, yang justru sekarang ini “terputus” dg berlakunya OTDA, di mana Pem.Pst tdk lagi punya “perpanjangan tangan”. Care Tourim mencoba menjadi “jembatan” antara pst dan daerah, antara daerah dg daerah dst. Dg DKI sdh berjalan baik, bbrp kali kita menyelenggarakan pertemuan-pertemuan dlm rangka pembenahan maupun mencapai kesepakatan kata dalam konsep pengembangan pariwisata di DKI.
      Melalui blog ini Care Tourism juga mencoba menjalin hubungan dg daerah-daerah dan menyampaikan pemikiran-pemikiran Care Tourism dalam berbagai hal menyangkut pengembangan, pemasaran dsb.
      Agar supaya lebih banyak yang membaca pemikiran itu, tolong disebarkan alamat blog ini kepada teman-teman. Insya Allah kita akan mengisinya dg bahan-bahan yang bermanfaat dlm penanganan pariwisata daerah khususnya. Kurang menggigitnya pelaksanaan pengembangan pariwisata juga disebabkan tidak adanya “benang merah” yang bisa dipakai sebagai arahan sebagaimana GBHN jaman OrBa dulu. Sekarang memang berbeda situasinya, di mana parlemen tidak mempunyai kewenangan utk meletakkan landasan sebagai arah pembangunan sebagaimana GBHN dulu.
      Salam,

  3. Sedikit ulasan dari saya:-

    1. Target wisman agak kecil, tanpa strategi pun ianya bisa dicapai.
    2. Strategi yang bakal diatur Depbudpar seeloknya diberikan nama yang keIndonesiaan – dipakaikan baju batik, bukan baju Kotler walau pun memang asalnya dari dia.

    Semoga sukses.

    Idris Talu

  4. bagus bgt.
    salam kenal

  5. […] 6.323.730 kunjungan (+1,43% dari tahun sebelumnya yaitu 6.234.497 dan hanya merupakan 79% dari target 8 juta). Tahun 2012, setelah 3 tahun berselang, pencapaian kedatangan wisman tercatat 8.044.462 kunjungan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: