DAMPAK BENCANA ALAM PADA KEPARIWISATAAN


Di awal Oktober 2009 kita semua dikejutkan oleh peristiwa gempa Sumatera yang terjadi tidak lama berselang setelah gempa pantai selatan Jawa Barat. Sumatera Barat dan Jambi merupakan daerah yang secara bersamaan menderita musibah itu. Dalam peta pariwisata Indonesia, Sumatera Barat merupakan salah satu destinasi pariwisata yang populer di kalangan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara.

Tidak kurang dari ribuan bangunan, baik rumah tinggal, toko, pusat perbelanjaan, perkantoran, rumah ibadah, sekolah, kampus banyak yang luluh lantak sebagai akibatnya, termasuk di antaranya hotel dan fasilitas pariwisata lainnya seperti terminal bandara, restoran, museum dan obyek wisata lainnya.

Melalui artikel ini Care Tourism menyampaikan rasa simpati serta prihatin kepada para korban dan keluarganya, dan belasungkawa kami sampaikan pula kepada para keluarga yang terkena musibah ditinggalkan oleh anggota keluarga dan kerabatnya.

Padang - Hotel AmbacangDi kota Padang, yang termasuk menderita terparah akibat gempa itu salah satu di antaranya adalah Hotel Ambacang, yang selama beberapa hari setelah gempa mendominasi pokok berita di berbagai media massa. Satu dan lain hal karena Hotel Ambacang selama ini bukan saja merupakan akomodasi sebagai tempat di mana para wisatawan bernaung dan menikmati liburannya, melainkan juga merupakan “icon” dan “landmark” kota Padang, mengingat bangunan hotel tersebut merupakan peninggalan sejarah yang dibangun Belanda.

Atas kerjasama Pemerintah Daerah dengan pihak swasta, bangunan tersebut berhasil direnovasi dan di-revitalisasi fungsinya menjadi sebuah Hotel Berbintang Tiga yang ternyata banyak penggemarnya, bukan hanya untuk menginap, namun juga untuk menikmati hidangan dan fasilitas lainnya yang dimiliki.

Semoga saja harapan kepariwisataan Sumatera Barat tidak menjadi surut untuk tetap populer sebagai salah satu destinasi terdepan di tanah air. Semoga wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, tidak surut pula hasratnya untuk berkunjung ke Sumatera Barat.

Sebagai suatu lembaga masyarakat yang peduli pada kepariwisataan, Care Tourism juga berharap bahwa runtuhnya Hotel Ambacang dapat menjadi cambuk bagi Pemerintah Daerah agar di masa datang dapat menerapkan struktur tata bangunan yang handal dan tahan gempa. Mengingat bahwa dari pengalaman terbukti, bahwa pantai barat Sumatera memang berada dalam ranah yang rawan gempa. Hal itu tentu saja dengan maksud untuk melindungi masyarakat agar tidak banyak yang menjadi korban, di samping kerugian materiil yang berupa rusaknya bangunan beserta isinya.

Selain itu, jika pihak manajemen Hotel Ambacang (termasuk Pemdanya) bermaksud “membangun kembali” hotel tersebut, Care Tourism menaruh harapan agar kiranya arsitektur bangunannya tidak banyak mengalami perubahan. Dengan demikian citra kota Padang, dan tentu saja kepariwisataan Sumatera Barat secara keseluruhan, di kalangan pasar pariwisata tetap terpelihara bahkan boleh jadi mendapat tempat yang lebih baik di masa datang.

Bencana alam memang tidak dapat dihindari, namun upaya menghindari jatuhnya banyak korban adalah hal yang patut dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh.

Bencana alam yang terjadi di suatu destinasi pariwisata dapat bersifat positif maupun negatif. Negatifnya sudah dapat diduga yaitu berkurangnya wisatawan (dengan maksud berlibur) karena rasa takut yang bisa timbul sebagai akibat dari berita musibah tersebut. Di sisi lain, berita musibah pun mampu “menelorkan” rasa ingin tahu para calon wisatawan yang semula tidak tahu soal tempat tersebut. Hal ini terbukti dari banyaknya pengunjung internet yang “mencari tahu” tentang “Hotel Ambacang”. Secara kebetulan blog Care Tourism mencantumkan informasi dan foto Hotel Ambacang dalam artikel yang ditampilkan bulan Maret 2009. Dalam waktu tiga hari, 1 s/d 3 Oktober 2009, pengunjung blog Care Tourism melonjak dengan tidak kurang dari 900 pengunjung. Bukan mustahil situs-situs lainnya pun, yang menampilkan informasi tentang Padang, Sumatera Barat serta Hotel Ambacang, mengalami hal yang sama.

Momentum seperti ini, sangat baik untuk “dimanfaatkan” dalam bentuk publikasi yang positif, seperti misalnya gagasan-gagasan atau rencana rehabilitasi yang akan dilakukan pasca gempa, baik oleh Pemda maupun pihak swasta atau secara kerjasama.

Runtuhnya beberapa hotel di Padang sudah pasti akan mengurangi jumlah kamar yang tersedia, sebagai akibatnya mengurangi kemampuan daya tampung bagi wisatawan. Diperoleh informasi bahwa sekitar 500 dari semula 1200 kamar yang tersedia mengalami keadaan tidak dapat digunakan. Dengan demikian kemampuan daya tampung hotel di Padang berkurang dengan sekitar 42%. Dengan 700 kamar kota Padang hanya dapat menampung sekitar 75.000 tamu hotel (mancanegara dan nusantara), dengan catatan masa tinggal rata-rata 3 malam; tingkat hunian kamar 60% dan ratio double/single occupancy 1.5. Dari pengalaman yang lalu peristiwa-peristiwa bencana alam berpengaruh pada arus kunjungan wisatawan, – lihat Tabel terlampir.KLIK Utk Lihat Tabel

Bencana memang dapat mengakibatkan dampak promosi, seperti halnya tsunami Aceh dan gempa 2004, meletusnya krakatau 1883 dsb. Yang sudah pasti gempa Sumatera banyak mendatangkan “pengunjung”, walau bukan untuk maksud liburan, melainkan merupakan tenaga-tenaga bantuan. Meskipun demikian pemerintah kota dan daerah serta masyarakat setempat yang menerimanya dituntut untuk “menyediakan dan memberikan” pelayanan (supply) bagi bala bantuan tersebut. Mereka merupakan bagian daripada permintaan (demand) bagi daerah yang bersangkutan.

One Response

  1. […] tepat”. Artikel lain yang saya tulis masih tentang bencana alam, yang diberi judul “Dampak Bencana Alam Pada Kepariwisataan“, ternyata kemudian, hingga saat ini banyak di antara pengunjung yang menggunakan keyword […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: