PARIWISATA KESEHATAN SALAH SATU SUMBER DEVISA


Sebagaimana diutarakan dalam artikel terdahulu, bahwa di antara perjalanan wisata terdapat kelompok wisatawan yang melakukan perjalanan dengan motivasi kepentingan kesehatan.
Adapun perjalanan dengan motivasi kesehatan pada hakekatnya dilakukan berkaitan dengan kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan (medical check-up), pemeliharaan (health care), pengobatan (treatment), pemulihan (recovery) dan sebagainya.
Perlu kiranya dicatat bahwa ada sedikit perbedaan antara health-tourism dengan medical-tourism, di mana health tourism dapat diartikan sebagai pariwisata kesehatan yang berupa perjalanan untuk pemeliharaan dan/atau pemulihan kesehatan (dulu disebut sebagai tetirah) yang pada hakekatnya dilakukan oleh orang yang sehat, – tidak menderita suatu penyakit atau orang yang baru sembuh dari perawatan. Sedangkan medical-tourism lebih cenderung menyangkut tindakan medik pengobatan (cure), operasi dan/atau tindakan medik lainnya, yang dilakukan terhadap penderita suatu penyakit atau kelainan kondisi kesehatannya, termasuk di antaranya adalah operasi kecantikan (cosmetic surgery), fisio terapi, pijat reflexi, tusuk jarum (akupunktur), dll.
Pariwisata kesehatan atau perjalanan untuk maksud kesehatan sebetulnya bukanlah hal yang baru. Paling sedikit, bagi para insan lanjut usia kelahiran sebelum dasawarsa 1930-an, istilah “tetirah” bukanlan sesuatu hal yang asing. Antara tahun 1930 sampai 1940-an kegiatan tetirah pada umumnya dilakukan dalam hubungan dengan kesehatan yang bersangkutan, keluarganya yang ikut, serta keluarganya yang menjenguk, dalam kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan (health care), pengobatan (treatment) ataupun pemulihan (recovery).

  • Dalam kelompok motivasi pemeliharaan kesehatan (health care), termasuk antara lain pemeliharaan kecantikan,  pemeliharaan berat badan, atau hanya sekedar beristirahat untuk memperoleh kebugaran kembali (Erholung, Jerman). Pada dasarnya perjalanan untuk maksud tersebut dilakukan oleh orang yang berada dalam kondisi sehat.
  • Sama halnya dengan kelompok motivasi pemeliharaan kesehatan, motivasi perjalanan untuk pemeriksaan kesehatan (medical check-up), dilakukan oleh yang sehat dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatannya saat itu.
  • Berbeda dengan dua kelompok terdahulu, perjalanan untuk maksud pengobatan lazimnya dilakukan oleh orang yang menderita suatu penyakit atau kelainan kesehatannya dengan tujuan memperoleh pengobatan dalam upaya penyembuhan penyakitnya. Tidak jarang terjadi dalam upaya penyembuhannya ia harus mengalami tindakan medis berupa operasi atau tindakan medis lainnya, – chemotherapy misalnya -.
  • Yang terakhir adalah motivasi perjalanan untuk maksud pemulihan kesehatan yang lazimnya dibutuhkan setelah menderita sesuatu penyakit serta mengalami berbagai tindakan medis dalam upaya penyembuhannya. Dalam kelompok ini termasuk juga mereka yang bermaksud memperoleh “pemulihan kebugaran” setelah bekerja setahun penuh.

Dengan perkembangan ilmu kedokteran dewasa ini, di dukung dengan kemajuan teknologi baik dalam bidang kedokteran maupun dalam hal transportasi dan komukikasi, perjalanan dengan motivasi kesehatan ternyata mampu menciptakan sumber dana (devisa), serta membuka peluang usaha yang sekaligus bersamaan dengan terciptanya peluang kerja.
Sebagaimana motivasi pariwisata lainnya, motivasi pariwisata kesehatan juga dilakukan baik di dalam negeri (internal, home, domestic) maupun ke/dari luar negeri (outbound dan inbound). Negara yang dewasa ini telah maju kepariwisataannya, seperti Swiss, Jerman, Perancis, Inggris, AS, Canada, Austria, Australia, Jepang dan China, bahkan Singapura telah lama menyelenggarakan pariwisata kesehatan ini. Sejauh ini, Anda mungkin pernah mendengar atau membaca tentang wisata kesehatan seperti mandi sauna, mandi lumpur, mandi dan pijat di sumber air panas (spas), bedah kosmetik, accupuncture, accupressure, bahkan pengobatan penyakit tertentu, yang diselenggarakan di negara-negara tersebut.
Nah, siapa bilang bahwa sektor kesehatan tidak dapat meningkatkan kepariwisataan dan penghasilan devisa, memperluas peluang usaha dan peluang kerja, menstimulir kegiatan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun, – tentu saja -, di bidang kesehatan? Dengan demikian suatu saat pelayanan kesehatan Indonesia dapat memperkaya “tourism supply” yang dapat kita tawarkan kepada dunia. SEMOGA.

One Response

  1. Pariwisata memang sangat erat dengan dunia kesehatanb, bukan hanya dikaitken dengan keilmuannya sesuai dengan yang dibahas di artikel ini, juga dapat dipandang dengan logika, bahwa perjalanan pariwisata akan membuat badan manusia fresh kembali sehuingga dapat melonggarkan pikiran beban dari stress.. dengan demikian akan meningkatkan sirkulasi peredaran darah dalam tubuh dan dengan demikian akan meningkatkan efektifitas metabolisma dalam tubuh manusia ujungnya menambah sehat. Terimakasih Gan sudah share.. artikelnya bagus dan sangat bermanfaat….
    Salam dari kami…
    Villa AMANDA
    Villa Istana Bunga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: