Kunjungan Wisman Ke Indonesia 2011


Hingga bulan Agustus 2011, catatan kunjungan wisman ke Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat, baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya maupun ditinjau dari perkembangannya dari bulan ke bulan terhadap periode yang sama tahun 2010.

pengertian pariwisata

Table-I

Dari Januari s/d Agustus 2011 kunjungan wisman mencapai jumlah 4,964,167 dari 4,625,550 dalam periode yang sama 2010, yang mencerminkan kenaikan 7.32%. Dalam perjalanannya dari bulan ke bulan kenaikannya bervariasi dari yang terendah 0.03% yang terjadi pada bulan Mei 2011 dan tertiggi pada bulan Juli dengan kenaikan 13.21% dibanding bulan yang sama tahun 2010 (Table-I).

Prospeknya menjelang akhir tahun.

Ditinjau dari kenyataan selama 10 tahun terakhir, selama 8 bulan pertama tiap tahun secara proporsional selalu berada pada sekitar 65% dari jumlah tahunan. Dengan berpedoman pada kenyataan itu, maka pada tahun 2011 jumlah kunjungan wisman diperkirakan dapat mencapai sekitar 7,574,000 (Chart-I), dengan rata-rata kunjungan per bulan sejumlah 652,500, dengan assumsi kondisi setiap bulan selama sisa waktu 2011 sama seperti periode 8 bulan sebelumnya.

pariwisata indonesia

Chart-I

Adapun kondisi yang perlu ditengarai adalah gejolak ekonomi di negara-negara asal wisman (longhaul) yang potensial, seperti Amerika Serikat dan Eropa yang sedang menghadapi krisis utang dan finansial yang tidak mustahil akan berdampak pada negara-negara potensial (shorthaul) lainnya, sehingga mengurangi gairah serta kemampuan ekonomi sosial para calon wisman untuk melakukan perjalanan liburan ke negara lain, meskipun kondisi di tanah air (Indonesia) agaknya cukup mendukung dan memberi harapan.
Ditinjau dari kecenderungannya (trend) secara alami, atas dasar data tahunan

pariwisata berkelanjutan

Chart-II

selama 10-tahun terakhir, tahun ini Indonesia boleh berharap dapat menerima kunjungan wisman sekitar 7,643,000 (Chart-II).
Pencapaian nilai trend tersebut tentu saja banyak terkait dengan efektivitas hasil upaya pemasaran selama tahun-tahun terakhir s/d tahun berjalan, kondisi ekonomi/sosial/politik/keamanan baik negara asal wisman, maupun negara tujuan (Indonesia), serta kondisi ek/sos/pol/kam global secara umum.
Sebagaimana pernah pula dikemukakan, bahkan kondisi lainnya seperti bencana alam dan berjangkitnya penyakit tertentu di negara tujuan (Indonesia), dapat pula berpengaruh pada pencapaian jumlah kunjungan wisman. Sebaliknya, kondisi negatif di negara tetangga itu dapat memberikan “spill-over” (luapan) wisman bagi tetangganya.

Kinerja di ASEAN dan Asia-Pasifik.

Bagaimana dengan performa Indonesia di antara negara-negara ASEAN dan Asia-Pasifik?.

kepariwisataan

Table-II

Pada tahun 2009 jumlah wisman ke Indonesia hanya mencapai jumlah 6,323,730 kunjungan, sementara negara-negara ASEAN keseluruhan (termasuk Indonesia) berjumlah lebih dari 64,975,000, dan kunjungan wisman ke negara-negara Asia-Pasifik berjumlah lebih dari 180,900,000, maka secara persentase, porsi Indonesia hanya sebesar 9,73% dari ASEAN dan 3,50% dari Asia-Pasifik.
Demkian juga di tahun berikutnya, 2010, porsi Indonesia sebesar 9.58% dari ASEAN dan 3,44% dari Asia-Pasifik (Table-II).
Perlu kiranya dicatat bahwa semua data tersebut di atas  berdasarkan negara asal/tempat tinggal (country of residence) wisman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: