Sistem Reservasi Komputer Dan Pariwisata


Kisah di Balik Computer Reservation System

Sebelum dunia kepariwisataan mengenal Sistem Reservasi seperti sekarang ini, yang bisa dikatakan hampir semuanya “instant” (real time), reservasi di bidang kepariwisataan dilakukan secara manual.

Airlines Distribution Network

Airlines Distribution Network

Computer Reservations System atau Central Reservation System (CRS) merupakan sistem reservasi  komputer yang digunakan untuk menyimpan dan mengambil informasi dan melakukan transaksi terkait dengan perjalanan udara. Awalnya dirancang untuk dan dioperasikan oleh airlines, CRS kemudian diperluas penggunaannya oleh Biro perjalanan.

Kisah otomatisasi reservasi sebetulnya sudah dimulai pada tahun 1946, ketika American Airlines mulai menginstal dan menerapkan sistem otomatis reservasi yang pertama, yang merupakan “Electromechanical Reservisor” hasil experimen. Segera setelah itu menyusul suatu penemuan baru mesin “penyimpanan sementara” yang berbasis drum magnetik, yaitu “Magnetronic Reservisor”. Sistem ini dinilai berhasil memenuhi kebutuhan masa itu, penggunanya antara lain beberapa airline bahkan juga Sheraton Hotel dan Goodyear menggunakannya untuk maksud-maksud pengendalian inventaris. Kemudian mengalami hambatan dikarenakan kebutuhan di bidang sumberdaya manusia sebagai operator, sehingga tidak membuka peluang bagi agen perjalanan wisata untuk berhubungan langsung, karena agen ticketing harus lebih dulu menghubungi booking office di mana operatornya akan menghubungkannya dengan team operator Reservisor yang akan membacakan hasilnya melalui telepon.

Di tahun 1950-an, American Airlines kemudian melihat adanya tantangan, yaitu berupa kebutuhan akan kemampuan untuk menangani reservasi pertumbuhan penumpang udara yang berkembang sangat pesat.
Pada masa fase percobaan Reservisor itu, seorang pejabat tinggi bidang penjualan IBM, Blair Smith, berada dalam penerbangan dari Los Angeles kembali ke New York dan secara kebetulan mendapati dirinya duduk di sebelah presiden direktur American Airline, C.R.Smith. Menyadari bahwa mereka memiliki nama belakang yang sama, mereka terlibat dalam percakapan yang serius.

Sebelum pertemuan tersebut, IBM sendiri sebetulnya sudah bekerja sama dengan Angkatan Udara Amerika dalam proyek Semi Automatic Ground Environment (SAGE) yang pada dasarnya sistem itu sesuai untuk kebutuhan booking system American Airlines.
IBM bersama American Airlines kemudian menyusun team research yang terdiri dari team IBM dipimpin oleh John Siegfried dan team dari American Airlines dipimpin oleh Malcolm Perry dengan anggotanya diambil dari bagian Booking, Reservations dan Ticket Sales untuk menggarap Semi-Automated Research Environment (SABRE).
Sistem SABRE ini oleh IBM di tahun 1960-an dikhususkan untuk menangani transaksi dalam skala besar, seperti sejumlah 83.000 permintaan melalui telepon. Pada tahun 1964 SABRE sudah mengambil alih semua fungsi booking, oleh karenanya SABRE menjadi lebih ternama.
Di tahun 1972, Max Hopper yang bergabung dengan American Airlines menjadi Direktur SABRE dan mengawali penggunaannya khusus hanya untuk American Airline. Baru pada 1976, penggunaannya dikembangkan juga kepada Agen-agen Perjalanan Wisata (Travel Agencies).

Otomatisasi Berkembang Lebih Luas

Sejalan dengan berlangsungnya penggunaan sistem SABRE, IBM menawarkan keahliannya kepada airlaine lainnya, maka terciptalah Deltamatic untuk Delta Air Lines, dan PANAMAC untuk Pan American World Airways. Dalam tahun 1968 IBM menggeneralisirnya ke dalam PARS (Programmed Airline Reservation System), yang berjalan bagi para anggota pengguna sistem/360 IBM, oleh karena itu dapat menunjang tiap ukuran maskapai penerbangan seberapa pun besarnya. Termasuk dalam PARS antara lain United Airlines dan Trans World Airlines yang pada mulanya membentuk sistem mereka sendiri, Apollo Reservation System. Sistem ini, PARS, secara pelan tapi pasti berkembang menjadi ACP (Airlines Control Program), yang kemudian menjadi TPF (Transaction Processing Facility).
Pada tahun 1980-an, SABRE menawarkan airline reservations melalui CompuServe Information Service dan GEnie yang berada di bawah nama Eaasy SABRE. Layanan ini diperluas menjadi “America Online” pada tahun 1990-an.
American Airlines memisahkan diri dari Sabre pada 15 Maret, 2000. Sabre menjadi perusahaan terbuka untuk publik dengan nama Sabre Holdings dengan simbul perdagangan saham “TSG” pada New York Stock Exchange sampai diambil alih oleh investor swasta, Silver Lake Partners dan Texas Pacific Group pada 30 Maret 2007.

Dengan memperkenalkan logo baru dan perubahan dari nama “SABRE” yang berupa singkatan berhuruf besar menjadi “Sabre Holdings” ditulis dengan campuran huruf besar dan kecil.
The Travelocity website yang diperkenalkan pada tahun 1996 adalah milik Sabre Holdings di samping tiga unit bisnis lainnya, yaitu Sabre Travel Network, Sabre Airline Solutions dan Sabre Hospitality, yang dewasa ini bergerak sebagai perusahaan teknologi wisata global (global travel technology company). Sistem ini menghubungkan lebih dari 57,000 travel agents dan jutaan wisatawan, dengan lebih dari 400 airlines, 90,000 hotel, 30 perusahaan sewa mobil (car-rental), 200 biro perjalanan wisata (tour operators), dan lusinan perusahaan lainnya seperti kereta api, ferry dan pelayaran kapal pesiar (cruise lines), dsb.

Sistem Distribusi Global (GDS)

Operasi-operasi CRS besar yang melayani pemesanan dan penjualan ticket berbagai airlines dikenal sebagai global distribution systems (GDS). Airlines telah melakukan divestasi sebagian besar kepemilikan langsung mereka yang diperuntukkan perusahaan GDS, yang membuat sistem yang dapat diakses oleh konsumen melalui gateway internet. Secara tipikal GDS moderen memberikan peluang pada pengguna untuk memesan kamar hotel dan mobil sewa (rental cars) maupun ticket airline. Mereka juga menyediakan akses ke kereta api dan reservasi bus di beberapa wilayah pasar, meskipun tidak selalu terpadu dengan sistem utamanya.

Global Distribution System (GDS) adalah Jaringan Agen Perjalanan Wisata yang memungkinkan antara Computer Reservation System (CRS) airlines dan terminal agen perjalanan saling terhubungkan satu dengan lainnya. GDS berbeda dari CRS yang merupakan sistem reservasi yang digunakan oleh airline.
GDS digunakan oleh Agen Perjalanan untuk reservasi pada berbagai sistem reservasi airline. Perbedaan GDS dari CRS airline terletak pada aspek yang kritis, yaitu GDS tidak memegang datanya sendiri. Data mereka berada di sistem reservasi masing-masing airlines yang berbeda.
Sistem GDS memiliki link ke semua CRS airline besar. Jika terminal agen perjalanan meminta reservasi pada jaringan pelayanan airline tertentu, sistem GDS meneruskannya ke CRS airline yang bersangkutan. Hal ini memberikan kemungkinan pada agen perjalanan untuk terhubungkan dengan salah satu GDS untuk memesan ticket penerbangan dan layanan terkait lainnya dari semua airlines seluruh dunia secara virtual (online). (Lihat Gambar)
Beberapa sistem GDS (terutama Amadeus dan Sabre) memiliki kapabilitas ganda untuk hosting beberapa CRS yang berbeda, dalam situasi seperti itu secara fungsional CRS dan partisi sistem GDS bertindak seolah mereka adalah sistem yang terpisah.
Dewasa ini, terdapat tidak kurang dari 19 perusahaan CRS dan GDS yang beroperasi di seluruh dunia, namun beberapa GDS yang besar dan dikenal oleh kalangan pariwisata di Indonesia antara lain Abacus, Amadeus, Apollo, Galileo, Infini dan Worldspan.
Dengan perkembangan teknologi reservasi komputer ini perkembangan pariwisata dunia terdorong semakin menarik banyak wisatawan dan oleh karenanya berkembang sangat pesat, karena pelayanan sistem
pemesanan semakin cepat – bahkan real time (sesaat), semakin luas dan semakin mudah. Demikian mudahnya, sehingga pemesanan ticket penerbangan dewasa ini dapat dilakukan “dari rumah”, bahkan sekaligus check-in dan mencetak ticket sendiri berikut “boarding pass-nya” dari rumah sebelum keberangkatan.

6 Responses

  1. visit us then we’ll visit u back, thanks

    Great blog & info here, please visit back, thanks

    Arbazena Photography – Jasa Photo Murah Untuk Berbagai Kebutuhan & Kegiatan

    • Thanks for your visit and comment. Please do, come again.

  2. memang jaman semakin canggih dan orang-orang semakin pintar termasuk dalam dunia digital,, patut disyukuri,,

  3. Penjelasan yug bagus

  4. boleh tau gak artikel diatas diambil darimana? atau menurut siapa di buku apa?buat bahan tugas akhir. minta tolong kalau ada waktu kirimin ke email axen_muser@yahoo.com
    terimakasih sebelumnya

    • Informasi tsb diambil dari berbagai sumber al. situs2 IBM, Wikipedia, Asosiasi Biro Perjalanan AS. dsb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: