Pembangunan Kepariwisataan | Lanjutan


Pada artikel terdahulu dikemukakan tentang pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) yang mencakup 7-bidang kegiatan, satu di antaranya adalah perihal Perwilayahan Pembangunan DPN itu sendiri yang meliputi:

  1. DPN (Destinasi Pariwisata Nasional), yang dinyatakan dalam RIPPARNAS, yaitu terdiri dari 50 (limapuluh) Destinasi; dan
  2. KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) yang berjumlah 88 (delapanpuluh delapan) Kawasan; serta
  3. KPPN (Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional) sejumlah 222 Kawasan.
Nias

NIAS (Teluk Dalam dsk), salah satu KSPN

Untuk sekian banyak DPN, KSPN dan KPPN tersebut, dalam pelaksanaannya sudah tentu tidak akan dapat dilakukan sekaligus, namun diperlukan prioritasisasi DPN atau KSPN atau KPPN yang mana, yang dapat dikembangkan terlebih dahulu mengingat bila dilakukan sekaligus maka akan menyangkut berbagai persoalan yang antara lain dalam hal ketersediaan dana, baik dari sumber nasional, daerah (kabupaten/kota) maupun masyarakat serta kalangan usaha, persoalan koordinasi antar sektor dan antar disiplin di antara segenap pemangku kepentingan (stakeholder), dsb.

Ketentuan tentang Destinasi Pariwisata Nasional

Penetapan wilayah DPN ditentukan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
a. merupakan kawasan geografis dengan cakupan wilayah provinsi dan/atau lintas provinsi yang di dalamnya terdapat kawasan-kawasan pengembangan pariwisata nasional, yang diantaranya merupakan KSPN;
b. memiliki Daya Tarik Wisata yang berkualitas dan dikenal secara luas secara nasional dan internasional, serta membentuk jejaring produk
wisata dalam bentuk pola pemaketan produk dan pola kunjungan wisatawan;
c. memiliki kesesuaian tema Daya Tarik Wisata yang mendukung penguatan daya saing;
d. memiliki dukungan jejaring aksesibilitas dan infrastruktur yang mendukung pergerakan wisatawan dan kegiatan Kepariwisataan; dan
e. memiliki keterpaduan dengan rencana sektor terkait.

Ketentuan tentang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Sementara itu, adapun KSPN ditentukan atas dasar kriteria berikut ini:
a. memiliki fungsi utama pariwisata atau potensi pengembangan pariwisata;
b. memiliki sumber daya pariwisata potensial untuk menjadi Daya Tarik Wisata unggulan dan memiliki citra yang sudah dikenal secara luas;
c. memiliki potensi pasar, baik skala nasional maupun khususnya internasional;
d. memiliki posisi dan peran potensial sebagai penggerak investasi;
e. memiliki lokasi strategis yang berperan menjaga persatuan dan keutuhan wilayah;
f. memiliki fungsi dan peran strategis dalam menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan hidup;
g. memiliki fungsi dan peran strategis dalam usaha pelestarian dan pemanfaatan aset budaya, termasuk di dalamnya aspek sejarah dan kepurbakalaan;
h. memiliki kesiapan dan dukungan masyarakat;
i. memiliki kekhususan dari wilayah;
j. berada di wilayah tujuan kunjungan pasar wisatawan utama dan pasar wisatawan potensial nasional; dan
k. memiliki potensi kecenderungan produk wisata masa depan.

Kriteria Prioritas

Atas dasar pertimbangan tersebut di atas, RIPPARNAS menentukan, bahwa Pembangunan DPN dan KSPN dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kriteria prioritas sebagai berikut:
a. memiliki komponen destinasi yang siap untuk dikembangkan;
b. memiliki posisi dan peran efektif sebagai penarik investasi yang strategis;
c. memiliki posisi strategis sebagai simpul penggerak sistemik Pembangunan Kepariwisataan di wilayah sekitar baik dalam konteks regional maupun nasional;
d. memiliki potensi kecenderungan produk wisata masa depan;
e. memiliki kontribusi yang signifikan dan/atau prospek yang positif dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara dalam waktu yang relatif cepat;
f. memiliki citra yang sudah dikenal secara luas;
g. memiliki kontribusi terhadap pengembangan keragaman produk wisata di Indonesia; dan
h. memiliki keunggulan daya saing internasional.

Tolok Ukur Kriteria

Mengingat bahwa kriteria yang dikemukakan di atas masih bersifat normatif dan kualitatif, maka yang menjadi pertanyaan adalah: Apa dan bagaimana tolok ukur yang menjadi “patokan” untuk menentukan suatu wilayah dinilai “layak” menempati prioritas pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya?” Dalam hal ini sudah tentu diperlukan kriteria lebih rinci yang sifatnya lebih konkrit, kuantitatif dan obyektif agar kriteria tersebut dapat “diterima” semua pihak pemangku kepentingan, terutama untuk menghindari jangan sampai terjadi rasa “diskriminasi” atau “pilih kasih” di antara daerah yang memiliki DPN, KSPN atau KPPN yang bersangkutan.

Pada tahun 1971, IUOTO (International Union of Official Travel Organization), yang dewasa ini bernama UN-WTO (United Nations World Tourism Organization), mengeluarkan ketentuan tentang Pemilihan Situs Pariwisata (Tourism Sites Selection), sebagai berikut:
“PENDEKATAN REALISTIK UNTUK PEMILIHAN SITUS PARIWISATA HARUS MEMBERIKAN PERHATIAN PADA SEMUA FAKTOR, BAIK LOKAL, REGIONAL MAUPUN INTERNASIONAL DALAM KERANGKA KERJASAMA ANTARA NEGARA TETANGGANYA”
(Yang aslinya berbunyi: “A REALISTIC APPROACH TO SITE SELECTION MUST PAY ATTENTION TO ALL FACTORS, LOCAL, REGIONAL AND INTERNATIONAL WITHIN THE FRAMEWORK OF COOPERATION BETWEEN NEIGHBOURING COUNTRIES”).

Untuk sekedar memberikan gambaran tentang yang dimaksud dengan kriteria yang bersifat konkrit, kuantitatif dan obyektif kami kutipkan hasil telaah salah satu konsultan pariwisata di Indonesia, seperti terlampir.
Konsultan ini merekomendasikan agar sebutan bagi peringkat destinasi yang dikembangkan dengan sebutan UTAMA, UNGGULAN, BERKEMBANG (atau Pengembangan), PEMBINAAN, dan PEMULA (Sapta Polakarya Internasional, 2007). Satu dan lain hal untuk menghidari penilaian prioritas berkelas (Prioritas Pertama, Kedua, Ketiga dan selanjutnya).
Dalam telaahannya, konsultan tersebut membandingkan Sumatera Barat dengan Bali dalam kedudukannya masing-masing bukan sebagai Wilayah Administratif (provinsi), melainkan sebagai Suatu Kesatuan Destinasi Pariwisata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: