Kesiapan Indonesia Menghadapi Libelarisasi Jasa Pariwisata


Telah lama kita mendengar bahwa antara negara-negara anggota WTO (World Trade Organisation) akan di-berlakukan liberalisasi perdagangan termasuk juga jasa pariwisata. Mengingat Indonesia juga anggota WTO, sudah tentu Indonesia pun mau tidak mau, suka tidak suka, harus memersiapkan diri untuk menghadapinya.
Untuk itu, dibutuhkan informasi tentang latar belakang dan berbagai persoalan yang harus dipersiapkan. Maka terbersit pertanyaan di antara kita: Seperti apa persoalan yang kita hadapi, terutama dalam hal memersiapkan diri menghadapi liberalisasi jasa pariwisata itu sendiri?

Dengan partisipasi aktif dalam perdaganagan jasa (pariwisata) diharapkan ekonomi Indonesia dapat “mendulang” manfaatnya a.l. berupa “perluasan peluang pemasaran”, baik bagi jasa pariwisata, (pelayanan hotel, restoran, biro perjalanan, obyek/atraksi wisata dsb.), produk pertanian, perindustrian maupun tenaga kerja (ahli) dalam berbagai bidang termasuk pariwisata.

Namun demikian, agaknya keberhasilan perluasan peluang pemasaran itu sangat banyak bergantung pada “kesiapan” kita sendiri dalam bidang-bidang yang tercakup dalam kesepakatan liberalisasi itu.
Jika tidak, begitu pun jika kita tidak berpartisipasi aktif, negara kita hanya akan menjadi “ajang pemasaran” produk jasa dan komoditi negara lain yang lebih siap seperti misalnya, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea, Taiwan, China, apalagi negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Oleh karena itu, Liberalisasi jasa pariwisata yang ideal adalah yang “memfasilitasi” modal domestik usaha pariwisata menjadi “tuan rumah di negeri sendiri” dengan filosofi “saling menguntungkan” (on WIN-WIN basis) tidak menjurus pada exploitasi sumberdaya alam dan manusia yang hanya menguntungkan pihak asing yang “berkolaborasi”, melainkan yang menjurus pada kemampuan peningkatan “kesetaraan kemitraan”.

Beberapa Manfaat Liberisasi Jasa Pariwisata

Perlu agaknya kita telaah, bagaimana liberalisasi perdagangan jasa (pariwisata) dalam kerangka kerjasama WTO memberikan manfaat bagi Indonesia.
Keberadaan modal dan tenaga kerja asing serta arus barang dan jasa dari negara lain tidak dapat dihindarkan, mengingat partisipasi aktif Indonesia dalam liberalisasi.

  • Sebuah contoh nyata, sejak dibukanya investasi asing di bidang hotel terutama sejak tahun 1969, banyak tenaga kerja kita yang berkembang menjadi tenaga berkualifikasi internasional, misalnya tenaga-tenaga mantan karyawan dan staf Hotel Indonesia (Intercontinental kemudian menjadi Sheraton), hotel-hotel Hilton, Hyatt Aryaduta, Borobudur Intercontinental dsb., kemudian menjadi pemegang jabatan manajemen (menengah ke atas) di berbagai hotel internasional di dalam negeri, baik yang dibangun dengan modal dalam negeri maupun patungan (join venture).
  • Dampak positif lainnya: Etos kerja tenaga asing di bidang perhotelan telah “diteladani” dan menjadi “referensi” bagi standar pelayanan perhotelan di tanah air serta membuka Lapangan Kerja Baru. … Dapat dibayangkan betapa besar Dampak Gandanya terhadap Ekonomi!!

Agar partisipasi Indonesia dalam liberalisasi menguntungkan, tidak bisa tidak, kita HARUS dan sekali lagi HARUS mempersiapkan diri sebaik-baiknya  melalui langkah-langkah antisipatif untuk “optimalisasi dampak positif serta minimalisasi dampak negatif”.
Bisa dipastikan bahwa negara lain pun akan,- mungkin sudah -, melakukan hal yang sama. Di sinilah letak pentingnya “peran negotiator”.
Dalam upaya “mempersiapkan diri”, hendaknya termasuk mempersiapkan “negotiator yang tangguh” yang dibekali pengetahuan yang “memadai” tentang kepariwisataan.
Begitu pula, masyarakat Indonesia, baik pemerintah (pusat dan daerah), kalangan usaha (pariwisata dll-nya) maupun masyarakat umum, mau tidak mau dan suka tidak suka, HARUS dipersiapkan dalam tempo singkat yang tersisa. … Suatu KERJA BESAR!!

Schedule of Specific Commitments

Dalam pelaksanaannya, libelarisasi jasa pariwisata juga mengacu pada suatu ketetapan yang disebut “Schedule of Specific Commitments” (SSC= Jadual Komitmen Khusus) masing-masing negara anggota ASEAN.
Pada dasarnya, penetapan SSC sektor pariwisata, khususnya subsektor jasa Tour Operator (TO, Biro Perjalanan Wisata) dan Travel Agent (TA, Agen Perjalanan Wisata), idealnya berdasarkan “kesiapan bilateral” secara “case by case” atau “sector by sector”. Dalam hal TA & TO, jika memang dibuka kesempatan BPW-PMA hendaknya selain berdasarkan pembatasan ‘modal investasi’ juga diperlukan pembatasan operasional bagi TA & TO asing dikhusukan hanya dibuka utk INBOUND, penyelenggaraan tour dan travel dalam negeri (domestic traffic i.e. ticketing, tranport arrangement dsb.) dan OUTBOUND, seyogyanya mutlak menjadi ‘domain’ TO & TA domestik.
Meskipun demikian, perlu kiranya diakui, bahwa TO & TA domestik mempunyai kelemahan finansial dan SDM dalam menghadapi persaingan global. Hal itu disebabkan karena TO & TA domestik pada dasarnya memiliki keterbatasan akses kredit dari lembaga financial dalam negeri, dan keterbatasan SDM profesional pariwisata, khususnya penguasaan bahasa asing.
Jika demikian halnya, kita mungkin berfikir, kita perlu Penanaman Modal Asing dalam bidang Biro Perjalanan Wisata (BPW/TO). Sebelum berfikir ke sana, agaknya perlu kita telaah juga secara cermat sudah siapkah ‘kita’ (indutri pariwisata, pemerintah dan masyarakat) berhadapan secara terbuka dalam persaingan ‘pasar bebas’ pariwisata?.

Komitmen Indonesia Dalam AFAS

Agar kita bisa mempersiapkan diri menghadapi persaingan bebas tersebut tentu kita perlu mengetahui kesepakatan (pembatasan dan peluang) apa yang kita tawarkan serta pembatasan (limitation) dan peluang apa yang ditawarkan oleh negara lain sesama anggota ASEAN.
Seperti apa Komitmen yang disepakati Indonesia dalam Paket ke-7 Liberalisasi Jasa Pariwisata AFAS (ASEAN Framework Agreement on Services) dapat dilihat dalam dokument SSC_Ind_tourism terlampir.Sementara itu, kesepakatan liberalisasi selengkapnya, juga tentang pariwisata negara anggota ASEAN lainnya, dapat diakses melalui internet pada link berikut: 7th. Pack For Public

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: