Tantangan Pembangunan Pariwisata Perdesaan


Menjelang Pemerintahan baru, pada kali ini Caretourism mendapat kesempatan menampilkan karya tulis salah seorang peneliti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif – Roby Ardiwidjaja, tentang Pariwisata Perdesaan yang ditinjaunya dari sudut Geopolitik & Geostrategi-nya. Pariwisata PerdesaanIa mengutarakan, bahwa Indonesia dengan berpenduduk berkisar sekitar 250 juta tinggal bertebaran di sekitar 78-ribuan desa, yang 72-ribuan di antaranya masih dalam kategori desa miskin serta masih bertahan dengan adat istiadat dan budayanya.
Ditinjau dari kacamata pariwisata, Roby Ardiwidjaja menilainya justru pedesaan itu yang memiliki potensi daya tarik wisata yang sejatinya dapat menjadi potensi yang strategis bagi perkembangan kepariwisataan nasional dengan nilai-nilai kearifan lokal yang unik, otentik serta alami. Ia menilai lebih lanjut, pada gilirannya pengembangan kepariwisataan perdesaan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat desa tersebut melalui stimulasi kegiatan ekonomi pedesaan yang dihasilkan dari terciptanya peluang kerja dan usaha bagi masyarakat desa yang bersangkutan serta menstimulir kegiatan upaya pelestarian lingkungan, baik lingkungan alam maupun budaya.
Memang harus diakui, bahwa kekayaan daya tarik wisata – baik alam maupun budaya, berada di Daerah (dalam kapasitasnya sebagai destinasi) dan terletak di wilayah pedesaan.
Dalam karya tulisnya, ia mengutarakan tentang pengembangan daya tarik wisata yang tidak bersifat buatan/rekayasa (artificial) melainkan unik, otentik dan alami yang menawarkan pengalaman sejati (real experience) yang oleh WTO (World Tourism Organisation) disebut sebagai pengalaman luar biasa (extraordinary experience) bagi wisatawan, baik wisman maupun wisnus.
Pada hakekatnya, dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan ini, mewujudkan gagasan Pariwisata Perdesaan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Di samping permasalahan yang diungkapkan dalam tulisan Roby Ardiwidjaja, pengembangan Pariwisata Perdesaan dihadapkan pada tantangan terbesar yang terletak pertama-tama pada terbatasnya prasarana dalam mencapai dan di desa-desa untuk dikunjungi dengan nyaman, kemudian upaya mengkondisikan masyarakat untuk menggugah pengertian dan memahami arti pengembangan kepariwisataan, sehingga masyarakat ikut terlibat aktif mengembangkan desanya menjadi bagian dari destinasi wisata yang memikat hati dan mendapat manfaat bagi desa dan dirinya.
Tulisan selengkapnya dapat Anda baca di sini. Semoga Bermanfaat.

Artikel terkait:
1. Pariwisata Berkelanjutan dan Masalahnya di Indonesia
2. Idealisme Pengembangan Pariwisata Bertanggung Jawab

One Response

  1. langsung menuju ke TKP lengkapnya gan, sippp..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: