Implikasi Penetapan Sasaran 20 Juta Wisman – 2019


Dalam Visi-Misinya, Jokowi-JK mencanangkan Sasaran Wisman mencapai 20 juta di tahun 2019. Dilihat dari berbagai sudut, mungkinkan sasaran itu kita capai, perlu kiranya kita bersama mengkajinya.
Menurut pandangan berbagai kalangan pariwisata di Indonesia, sasaran itu dinilai “cukup berani” mengingat untuk mencapai sasaran 20 juta wisman dalam tempo 5-tahun mendatang (terhitung mulai 2015), menurut hitungan Care Tourism, dengan demikian kita harus mampu mencapai tingkat pertumbuhan kedatangan wisman sebanyak 16.06% per tahun, dengan dasar target tahun 2014 (9,5 juta), maka dalam 5 tahun mendatang jumlah wisman yang harus diraih adalah seperti tertera dalam Grafik berikut:

Target Wisman

Target dan Kecenderungan Alami Wisman, 2015-2019

Sementara itu, melihat kecenderungan dari Januari s/d Juli 2014, diperkirakan tahun 2014 ini maximal akan mencapai 9,7 juta, dan apabila kita mentargetkan 2015 sejumlah 11.025.700 wisman, maka berarti sebanyak 1.325.700 tambahan wisman yang harus diraih pada 2015, dan untuk itu kita hanya dapat mengandalkan “dampak” daripada promosi yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, khususnya 2013 s/d Agustus 2014, mengingat dewasa ini kita berada dalam bulan September, dan untuk sisa waktu 2014 program promosi dan anggarannya sudah ditetapkan, kecuali jika ada “tambahan anggaran”, maka sedikitnya akan dapat diupayakan promosi tambahan untuk “mendongkrak” arus wisman tersebut yang diharapkan datang di tahun 2015.

Dukungan Sisi Penawaran

Dengan mentargetkan kunjungan wisman seperti di atas, kita dihadapkan pada persoalan kebutuhan daya dukung tambahan berupa kapasitas kursi penerbangan internasional langsung ke berbagai destinasi lain di luar Bali, Jakarta dan Batam, yang selama ini menjadi tumpuan pendaratan wisman ke tanah air.
Disamping itu, kesiapan akomodasi, baik kuantitas maupun kualitas, di berbagai destinasi juga perlu mendapat perhatian untuk diperhitungkan sebagai komponen penawaran produk wisata (beserta SDM-nya yang akan menjadi “motor” pelayanan pariwisata).
Dalam hal ini, perlu kiranya kita lihat data dan fakta baik perihal kapasitas kursi penerbangan internasional ke Indonesia maupun kapasitas daya tampung akomodasi (hotel dan akomodasi lainnya) yang berada di beberapa destinasi.

Kapasitas Kursi Penerbangan

Kapasitas Kursi 2015-2019Gambaran Kapasitas Kursi Penerbangan Internasional ke Indonesia seperti terlihat pada Tabel di samping ini menunjukkkan  bahwa jumlah penerbangan internasional yang datang ke Indonesia pada tahun 2013 yang lalu adalah 68,194 pesawat dengan penumpang yang diangkutnya mencapai 9,313,227.
Jika kita mengasumsikan setiap penerbangan internasional menyediakan 200 kursi, maka jumlah kursi penerbangan yang tersedia pada tahun 2013 mencapai jumlah 13,638,800 kursi. Dengan demikian dapat kita perkirakan passenger load factornya berada pada kisaran 68%.
Dari data yang tertera di atas, maka tampak bahwa jumlah wisman yang datang ke Indonesia merupakan mayoritas dari penumpang udara internasional yang datang di Indonesia, secara rata-rata meliputi 78.56% tiap tahunnya.
Bagaimana pula dengan kapasitas akomodasi sebagai salah satu komponen penting produk wisata selaku indikator daya tampung pariwisata?
Nantikan artikel selanjutnya.

One Response

  1. […] Implikasi Penetapan Sasaran 20 Juta Wisman – 2019 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: