Indonesia – Destinasi Wisata Unggulan Kawasan ASEAN


Universitas Pancasila melemparkan gagasan “Menjadikan Indonesia Sebagai Destinasi Unggulan di Kawasan ASEAN” dalam seminar internal civitas akademika Fakultas Pariwisata pada tanggal 10 November 2015, di mana dalam kesempatan itu menampilkan drs. Oka A Yoeti MBA sebagai salah satu pembicara dengan judul makalahnya seperti disebut di atas.
Univ PancasilaOka A Yoeti dikenal sebagai penulis buku-buku pariwisata yang amat produktif dengan karyanya yang mencapai jumlah lebih dari 40 (empatpuluh) judul sejak ia menyelesaikan kuliahnya di Akademi Industri Pariwisata (AKTRIPA) Bandung, di pertengahan kedua 1960-an. Di samping itu Oka A Yoeti merupakan salah satu tokoh yang membidani lahirnya Fakultas Pariwisata di lingkungan Universitas Pancasila.
Adapun argumen Oka A Yoeti untuk menggagas “Menjadikan Indonesia Destinasi Wisata Unggulan Kawasan ASEAN” bukannya tanpa alasan, bahkan terlampau banyak alasan yang mendukungnya, terutama berbagai faktor yang kita semua sudah tahu, keragaman alam, seni budaya, bahasa dan adat istiadat dsb. Di antara faktor tersebut adalah Indonesia yang memiliki Bali sebagai salah satu destinasi di Indonesia, beberapa kali mendapat predikat sebagai ‘Pulau Destinasi Wisata Terbaik’ dunia (The World’s Best Island Tourist Destination), dari kalangan pariwisata internasional.
Namun demikian Oka A Yoeti tidak hanya berbicara tentang keunggulan yang kita miliki, melainkan justru berbagai faktor Continue reading

Kepariwisataan Kota – Lanjutan


Historical Heritage of RomeMenyambung artikel terdahulu , mari kita mengenali lebih jauh tentang karakteristik Kepariwisataan Kota (urban tourism) pada umumnya dan khsusnya di Indonesia.

Wisata Olahraga

Seringkali peristiwa olah raga diselenggarakan di suatu kota, bahkan tidak jarang terpaksa diselenggarakan di beberapa kota yang berbeda secara simultan seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun tingkat internasional seperti Olimpiade, World Cup, Asian Games, ASEAN Games, turnamen golf, tennis, badminton dan sejenisnya. Penyelenggaraan peristiwa olahraga ini tidak saja mendatangkan para pemain yang ikut bertanding melainkan juga para penonton dan para supporter fanatik. Selain itu, keluarga pun acapkali ‘mendampingi’ para pemain, seperti isteri, ibu, bapak, bahkan yang belum berkeluarga pun tidak mustahil membawa pacarnya.
Nah dengan demikian terciptalah peluang pengembangan kepariwisataan lebih luas daripada sekedar wisata budaya dan wisata bisnis semata.
Wisata olahraga tidak hanya menyangkut prestasi, tapi juga dalam hal memenuhi kebutuhan rekreasi dan pendekatan pada lingkungan (sosial-budaya, alam, pedesaan dan perkotaan), seperti halnya dengan Jakarta Marathon, Tokyo Continue reading