Indonesia Dalam Persaingan Destinasi Wisata ASEAN


TTCI-2015 IndvsBestIndonesia, selaku Destinasi Wisata, tahun 2015 menempati peringkat Daya Saing Pariwisata WEF (World Economic Forum) di posisi ke-50 di antara 141 negara. Sebagaimana kita ketahui pula bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan mulai tanggal 31 Desember 2015. Dengan demikian, di samping upaya kerjasama yang selama ini berlangsung dalam berbagai bidang, secara resmi berlaku pula persaingan terbuka bagi para anggotanya, dalam bidang-bidang yang telah disepakati bersama. Dalam hubungan itu tidak terkecuali adalah bidang kepariwisataan yang dimulai tahun 2016.
Sejak 2009, Singapura telah bercokol pada posisi pertama di kawasan ASEAN dalam Index Daya Saing Pariwisata yang dikeluarkan WEF tiap dua tahun sekali.
Dalam menyongsong diberlakukannya MEA mari kita lihat Keunggulan Daya Saing (Competitive Advantage) maupun Kekurangan (Competitive Disadvantage)-nya. Terutama di antara Indonesia dengan Singapura, sebagai Destinasi Wisata yang unggul di ASEAN. Walaupun demikian, perlu kita tanamkan dalam benak kita bahwa sebetulnya memperbandingkan antara keduanya tidaklah seimbang, mengingat beberapa hal, antara lain:

  1. Singapura hanya terdiri dari satu pulau besar dan beberapa pulau kecil yang jumlahnya tidak lebih dari jumlah jari kedua tangan kita, sehingga permasalahan yang dihadapinya pun tidaklah sekomplex dan serumit Indonesia, misalnya masalah prasarana, seperti perhubungan, air bersih, listrik dan komunikasi antar pulau serta lingkungan dengan masalah yang berbeda-beda dan tersebar di sebanyak jumlah pulaunya. Luas area lahan adalah salah satu tolok ukur beberapa unsur penilaian daya saing pariwisata;
  2. Jumlah penduduk Singapura tidak lebih dari sepuluh juta, sehingga masalah kependudukan pun tidaklah sebanyak dan serumit masalah kependudukan Indonesia yang berjumlah lebih dari seperempat milyar. Unsur ini menjadi salah satu indikator penilaian daya saing pariwisata;
  3. Sarana kebutuhan di Indonesia, seperti sekolah dan kelengkapannya serta gurunya, rumah sakit dan kelengkapannya berikut dokternya serta tenaga paramedis dsb jauh lebih rumit, mengingat persebaran penduduknya yang terpisah oleh lautan. Beberapa unsur penilaian daya saing pariwisata juga menggunakan kebutuhan sarana dan prasarana per 100 atau 10.000 atau 100.000 penduduk sebagai tolok ukurnya;
  4. Kebutuhan akan sarana pendukung lainnya seperti sarana akomodasi, konferensi, sarana kegiatan seni budaya, pertunjukan, peristiwa olah raga dsb. di Indonesia jauh lebih komplex. Khusus dalam penilaian sarana layanan pariwisata (Tourism Services Infrastructure) antara lain menggunakan tolok ukur ini untuk tiap 100,000 penduduk;
  5. Dsb., dsb.;

Namun demikian, memperbandingkan Indonesia dengan Singapura dinilai lebih mudah disebabkan karena permasalahan yang dihadapinya pun lebih sederhana, tidak super-komplex seperti Indonesia.

Index Daya Saing Pariwisata Singapura

Singapura menempati peringkat 11 secara global dalam laporan WEF Index Daya Saing Pariwisata 2015 (Travel & Tourism Competitiveness Index) berkat beberapa keunggulannya.

Keunggulan Daya Saing (Competitive Advantages):

  1. Kondisi dan suasana lingkungan bisnis (business environment), – peringkat pertama (ke-1);
  2. Sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi (ke-3) sangat kondusif untuk pengembangan Industri Pariwisatanya (Travel & Tourism industry), yang juga berkedudukan sebagai
  3. Prioritas Nasional teratas (ke-4).
  4. Langkah-langkah yang diperlukan dalam hal keterbukaan internasional (international openness) – peringkat-1, telah menjamin mulusnya kedatangan wisman, serta
  5. Prasarana perhubungan darat yang kuat – peringkat-2;
  6. Kekuatannya dalam hal perhubungan udara – ke-6;
  7. Mengalami pertumbuhan pesat dalam belanja wisata (sightseeing spending), hiburan (entertainment) dan permainan judi (gaming), dan
  8. Peringkat atas dalam hal hiburan dalam pengertian memenuhi pencarian online (online searches).

Kekurangan Daya Saing (Competitive Disadvantages):

Namun demikian, Singapura mengalami masalah yang sama dengan negara-negara maju lainnya di antaranya adalah:

  1. Singapura termasuk destinasi yang harganya tidak bersaing (ke-116).
  2. Dalam hal Kelestarian Lingkungan perlu mencurahkan perhatian (ke-51),
  3. Terutama pada masalah air yang tinggi, ke-128, serta kerusakan ekosistem pantai.

Index Daya Saing Pariwisata Indonesia

Dengan pertumbuhan industri pariwisata mencapai kunjungan wisman melebihi 8.8 juta (2014: 9,435,411), Indonesia menempati peringkat-50 dalam daya saing pariwisata dunia berkat beberapa keunggulan daya saingnya (competitive advantage):

Keunggulan Daya Saing (Competitive Advantages):

  1. Penempatan industri pariwisata pada prioritas nasional (ke-15); dan
  2. Kesinambungan investasinya dalam prasarana, termasuk jaringan telpon genggam (mobile network) yang dewasa ini meliputi seluruh nusantara;
  3. Perhubungan udara yng mencapai peringkat 39, dengan
  4. Perhubungan darat pada peringkat ke-77 sekaligus menunjang keunggulan daya saing utama Indonesia, yaitu
  5. Daya saing harga (price competitiveness) di tempat ke-3rd, dan
  6. Kekayaan alamnya peringkat-19;
  7. Termasuk kekayaan keragaman hayati (biodiversity)yang berada di peringkat-4 pada indikator jumlah species terkenal (total known species), di samping
  8. Beberapa Situs Warisan di peringkat-10.

Kekurangan Daya Saing (Competitive Disadvantages):

Namun dengan kenyataan ketergantungan pada sumberdaya alam, Indonesia diniai kurang perhatian pada

  1. Kelestarian Lingkungan (environmental sustainability) di posisi ke-134;
  2. Penggundulan hutan (deforestation), ke-97, peristiwa membahayakan hewan terancam punah (ke-129), dan
  3. Keterbatasan pengolahan air bersih (ke-117).
  4. Masih terdapatnya masalah keselamatan dan keamanan (safety and security), khususnya biaya bisnis akibat ancaman terorisme (business cost of terrorism), pada posisi ke-104.

Sumber: Travel & Tourism Competitiveness Index 2015; World Economic Forum – Geneva, 2015

2 Responses

  1. semua kekurangan yang ada di indonesia sebenarnya bisa di tutupi bila semua masyarakat memiliki kesadaran ikut andil dalam memajukan pariwisata yang ada di indonesia, yang melibatkan semua unsur dan mendapatkan pengawasan dari pemerintah setempat

  2. Artikelnya sangat menarik,semua yang terlibat harus menjunjung tinggi komitmen yang sudah ada dalam memajukan pariwisata yang ada di indonesia,terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: