Optimalisasi Taman Nasional


Dalam rangka pengembangan produk pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui optimalisasi Taman Nasional sebagai destinasi wisata yang memikat.
Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa upaya optimalisasi taman nasional itu berdasarkan pemikiran bahwa taman nasional dinilainya memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan keunggulan komparatif (comparative advantage) yang sangat kuat. Di samping itu juga, akan diterapkan prinsip-prinsip Pembangunan Pariwisata Berkesinambungan (STD, Sustainable Tourism Development) berdasarkan model serta aturan UNWTO (United Nations World Tourism Organization).
Taman NasionalDalam kaitannya dengan hal itu, ada tujuh Taman Nasional yang dalam waktu dekat akan dibenahi melalui pembentukan 3-Klaster dengan menggunakan 4-strategi seperti disampaikan oleh Tachrir Fathoni, Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK.

4 Strategi

  1. Membentuk konsep klaster untuk menciptakan “Kemewahan” dgn tetap mengedepankan Konservasi dan Konektivitas Antar Klaster agar menjadi satu kesatuan destinasi;
  2. Menciptakan destinasi wisata alam baru utk mengembangkan konektivitas antar lokasi alam di dalam klaster;
  3. Mendesain keunggulan komparatif destinasi wisata alam melalui berbagai upaya taktis dan strategis;
  4. Mewujudkan 3P (Public Private Partnership), yaitu Kerjasama Pemerintah-Swasta, dalam pengembangan wisata alam;

Dalam upaya optimalisasi taman nasional itu, Tachrir Fathoni menyatakan bahwa keunikan taman nasional akan didesain dan dikemas sesuai dengan segmen pasar yang ingin dikembangkan di samping terintegrasi dalam desain Kawasan Strategi Nasional (KSN), – selaras dengan Renstra Pariwisata Kemenpar. Selain itu, Tachrir Fathoni menambahkan bahwa ketiga klaster wisata alam tersebut harus dilengkapi / terintegrasi pula dengan budaya (real, authentic attraction dalam wujud tata kehidupan, adat istiadat masyarakat setempat, dll.) dan atraksi buatan lainnya (staged, artificial attraction) agar menjadi destinasi selengkapnya (seutuhnya).

7 Taman Nasional, 3 Klaster

Upaya Pembenahan Taman Nasional akan merupakan jawaban terhadap kenyataan tentang lemahnya daya saing pariwisata Indonesia dalam hal Kelestarian Lingkungan (Environmental Sustainability) yang dinilai kurang memperhatikan kelestarian alam beserta isinya (satwa/fauna dan tumbuhan/flora) terhadap ancaman “kepunahan” ataupun penjarahan/perambahan hutan lindung (rain forest) yang seringkali mengalami peristiwa “kebakaran hutan” dalam beberapa tahun terakhir ini. Posisi Daya Saing dalam hal ini, Pariwisata Indonesia menempati tempat ke-134 di antara 141 negara. 

Dalam upaya pembenahannya 7 Taman Nasional tersebut dikelompokkan menjadi 3 klaster sebagai berikut.

1. TN Way Kambas, 2. TN Ujung Kulon, 3. TN Gunung Gede-Pangrango, 4. TN Kep. Seribu (Klaster Lampung-Jabar-DKI);
5. TN Baluran (Klaster Jatim);
6. TN Rinjani, 7. TN Gunung Tambora (Klaster NTB).

Wonderful Indonesia, “The Best Exhibitor” kategori Asia, Australia, Oceania

Seiring dengan penjelasan tentang pembenahan taman nasional tersebut Kemenpar, – dengan brand Wonderful Indonesia-nya -, berhasil memikat beberapa pameran pariwisata regional dan dunia dengan meraih penghargaan di Matta Fair Kuala Lumpur dan Hongkong serta sebagai “The Best Exhibitor” di pameran pariwisata terbesar dunia, ITB (Internationale Tourismus Boerse) di Berlin, untuk kategori Asia, Australia, Oceania.
Dengan demikian, Indonesia tidak bisa lagi “santai” dengan pengembangan paiwisatanya, namun diperlukan kerja sungguh-sungguh dan extra keras untuk membuktikan bahwa Indonesia betul-betul “Wonderful” serta “pantas dan bernilai” untuk dikunjungi (worth-to-visit).
Branding dimaksudkan untuk menanamkan citra produk kita ke dalam benak para calon maupun konsumen dan dengan brand tersebut para konsumen tidak merasa “dikecewakan” oleh produknya yang di kemudian hari ternyata tidak sesuai dengan brand yg dipromosikannya. Semoga tidak terjadi demikian dengan brand Wonderful Indonesia.
Kita fahami bahwa produk wisata Indonesia yang dikemas dalam brand Wonderful Indonesia tidak hanya terdiri dari sekedar Bebas Visa; Hotel yang prima; Makanan Lezat; Transportasi lancar, tepat waktu dan nyaman; melainkan tergantung juga pada keamanan, keselamatan serta keramahan dan kualitas pelayanan di segala bidang di lingkungan pariwisata. Ini menuntut kesungguhan semua kalangan masyarakat, bukan hanya kalangan kepariwisataan semata agar Indonesia betul-betul menjadi destinasi pariwisata dunia yang patut dan bernilai untuk dikunjungi.

Kecenderungan Pasar Pariwisata

Pergerakan harga minyak mentah dunia, yang akhir-akhir ini cenderung menurun, banyak mempengaruhi pasar pariwisata dunia mengingat bahwa harga minyak mentah itu berpengaruh pada biaya transportasi (baik pribadi maupun usaha) yang merupakan komponen utama, terutama sekali terhadap biaya perjalanan wisata (baik kendaraan pribadi maupun umum) yang cenderung menjadi lebih murah, yang pada gilirannya membuat penghasilan (disposable income) para wisatawan secara relatif jadi meningkat, dan ini merupakan momentum yang baik bagi pengembangan kepariwisataan, terutama bagi negara-negara tujuan wisata seperti Indonesia yang terdiri dari kepulauan. Dengan upaya pembenahan dan optimalisasi Taman Nasional di Indonesia, terkait dengan upaya pengembangan produk wisata (tourism product development), hal ini merupakan jawaban yang sangat bagus dalam menanggapi pasar yang sedang berubah. Apalagi didukung dengan upaya “The Five-Star Airlines Garuda Indonesia” yang telah menyediakan Wonderful Indonesia Travel Pass, yang meliputi Adventure Pass, Explore Pass, Heritage Pass dan Underwater Pass, sehingga perjalanan wisata di Indonesia menjadi lebih mudah dan relatif murah.

Sumber: http://indonesia.travel/news/detail/2349/destinasi-taman-nasional-di-indonesia-akan-dibenahi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: