Mengenal Digital Nomad (1)


Sebutan Digital Nomads sering didengar dan dibicarakan di kalangan kepariwisataan dunia dalam beberapa tahun terakhir ini. Bagi Anda yang jauh dari urusan pariwisata mungkin ada yang belum pernah mendengarnya. Ditilik dari sebutannya kita bisa memperkirakan bahwa Digital Nomad sangat erat kaitannya dengan unsur digital yang tidak lain berhubungan dengan internet atau komunikasi di dunia maya. Di samping itu, tidak jauh pula dari hubungan perpindahan atau pergerakan manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya sebagaimana kita mengenal bangsa Nomad yang senantiasa berpindah-pindah, tidak menetap di suatu tempat tertentu.
Beberapa tahun belakangan ini timbul gejala di kalangan para wisatawan (dalam arti travellers) yang melakukan perjalanannya dengan dua atau tiga motivasi sekaligus, berlibur tanpa meninggalkan tugas pekerjaannya, serta bekerja dari tempat di mana dia melakukan liburannya. Perlu agaknya difahami bahwa yang dimaksud dengan bekerja dalam hubungan ini sama sekali tidak berarti mengerjakan pekerjaan yang dibayar oleh pihak destinasi di mana dia berlibur, melainkan tetap dibayar dari negara di mana dia berasal atau bertempat tinggal serta melakukan pekerjaannya melalui komunikasi digital. Di kalangan mereka, kelompok ini mereka sebutnya sebagai Digital Nomads.
Pemerintah Indonesia bermaksud memanfaatkan gejala ini dengan cara mengembangkan Nomadic Tourism. Mengenai apa itu dan bagaimana Nomadic Tourim, kami sajikan di bawah ini sebuah artikel karya Tuti Sunario – salah seorang anggota dan mantan ketua Care Tourism. Mengingat artikelnya agak panjang, maka kami sajikan dalam dua bagian. Di Bawah inilah bagian ke-1 dari dua bagian.

digital nomad

Photo: fulltimenomad.com

Nomadic Tourism – Apakah itu? (Oleh: Tuti Sunario)

Dalam Rakornas pertama tahun ini yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata tanggal 23-24 Maret 2018 lalu, tema utama yang dibahas adalah : Digital Destinations dan Digital Nomads.
Bagi mereka yang tidak hadir maupun kebanyakan kita yang kurang mengenal dengan istilah Nomadic Tourism, sedikit penjelasan.
Dalam bahasa Inggeris, Nomad berarti (suku) bangsa yang hidupnya berpindah-pindah, biasanya untuk mencari lahan yang lebih subur bagi ternaknya maupun untuk keluarga mereka. Ini terutama terjadi di daerah tandus yang semakin kering di waktu kemarau panjang. Suku bangsa yang terkenal hidup Nomadic adalah bangsa Mongolia (sekarang bagian dari Republik Rakyat Tiongkok) yang hidup dari peternakan, dan karena itu mereka perlu berpindah-pindah mencari rumput hijau bagi ternak mereka. Untuk memudahkan perpindahan, maka rumah mereka berbentuk tenda, yang dengan mudah dirobohkan dan dibangun kembali.
Lalu kenapa sekarang ada Digital Nomads? Karena sekarang melalui fasilitas internet yang terjangkau ke hampir seluruh pelosok dunia, orang bisa dengan mudah bekerja sambil berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain, bahkan dari satu negara ke negara lain, selama masih tetap tersambung internet. Bahkan sambil menyelesaikan pekerjaaannya cara jarak jauh mereka tetap tersambung dengan kantor pusat walau dalam perjalanan di pesawat, kereta api, dan juga sambil berwisata.
Maka berkembanglah apa yang disebut Nomadic Tourism. Orang pada era Now mendapat kesempatan untuk berwisata, berpetualang, menjelajah dunia, dan selama perjalanan menceritakan petualangannya di media sosial, mengambil foto dan selfie yang luar biasa dan melayangkan semua pengalamannya ke Instagram, atau berbagai media sosial lainnya, dan dengan demikian menerima penghasilan yang lumayan untuk terus berkeliling dunia.

digital nomad - Hubud_1

Photo: sixtyandme.com

Ada berbagai macam Nomadic Tourism, tapi yang paling dikenal sekarang ini, ada tiga segmen utama, yaitu:

  1. Nomadic Tourism yang Glamorous, mereka ini menginginkan fasilitas akomodasi dan pelayanan yang lumayan mahal tapi di lingkungan yang indah dan menyenangkan. Mereka ini berpenghasilan menengah sampai atas.
  2. Di atas itu masih ada juga mereka yang menginginkan fasilitas super de-luxe, seperti pimpinan perusahaan besar yang berkantong tebal yang dalam waktu luangnya ingin berpetualang tetapi tetap dimanja dengan fasilitas kelas satu.
  3. Tetapi yang paling banyak terdapat dewasa ini adalah para pemuda, millenials, Generasi Now dunia yang berkantong pas-pasan. Para millenials ini adalah anak muda yang ingin menjelajahi dunia sambil mendulang pengalaman global akan tetapi tetap tersambung dengan internet melalui laptop atau smartphone. Kalau dahulu mereka dikenal sebagai “backpackers”, sekarang mereka merupakan backpackers+ (backpackers plus), yang dikenal sebagai Digital Nomads: berwisata sambil menerima nafkah dari pekerjaan online.

Jika sampai sekarang pegawai yang bekerja di kantor hanya sekali-sekali saja dikirim ke luar negeri untuk perjalanan bisnis, di generasi Now, yang disebut millenials sekarang sudah menjadikannya suatu “lifestyle”, suatu cara hidup, dimana mereka merasa boleh bebas mengunjungi berbagai negara sambil tetap bekerja dan masih menerima honor dari “sono”. Diawali oleh travel writers dan photographers, trend ini sudah menjalar ke berbagai negara dimana orang muda disana lebih suka merantau menikmati dunia menggapai berbagai pengalaman yang indah dan mengesankan pada waktu mudanya, sambil tetap menerima penghasilan agar tetap mampu membiayai cara hidup ini – dengan syarat asal di destinasi ada roaming internet dan WiFi yang kuat dan steady agar mereka bisa tetap tersambung lewat Skype, Instagram, Netflix, Twitter, Facebook, WA dll.
Ternyata Bali dan Chiang Mai di Thailand menjadi dua di antara banyak destinasi digital dunia yang paling populer bagi para wisatawan Digital Nomads semacam ini. Dan jumlah mereka di seluruh dunia sudah mulai membludak.
Maka Kementerian Pariwisata rupanya juga tidak ingin ketinggalan menjaring berbagai segmen pasar Digital ini dengan atraksi menarik wisatawan untuk menyebarkan diri ke ribuan pulau yang memukau dan Instagrammable di Indonesia yang bertebaran di lautan yang membentang di khatulistiwa ini.

Bersambung … (2)

Advertisements

One Response

  1. […] Mengenal Digital Nomad (1) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: