Mengenal Profil Wisatawan Millenial Asia – Bagian 2


Sebelum melanjutkan artikel terdahulu mengenai millenial, perlu agaknya disampaikan bahwa seringkali kita dihadapkan pada pertanyaan apa yang istimewa dari kelompok millenial ini. Banyak di luar sana beredar kisah, foto, ulasan, ataupun opini tentang kelompok ini yang acapkali berbenturan satu dengan lainnya, sehingga tidak memberikan kejelasan bagaimana sebetulnya “karakteristik” atau “ciri-ciri” serta “perilaku” mereka itu.  Salah satu artikel yang saya sajikan di blog saya yang lain menulis tentang Generasi Teknologi Informasi. Namun demikian, walau artikel itu belum menyajikan secara implisit tentang adanya “Generasi Millenial”, agaknya sudah memperlihatkan kecenderungan ciri-cirinya.

Dalam artikel yang ditulis Wuryastuti Sunario di bawah ini sedikit diuraikan tentang wisatawan millenial Asia. Sementara Ilustrasi yang tertera di sini sedikit memberikan gambaran tentang mereka.

The Millennials

The Millennials – Foto source: looniepolitics.com

Mengenal Profil Wisatawan Millenial Asia
Oleh : Wuryastuti Sunario

Bagian II.
Di dalam survey PATA (Pacific Asia Travel Association) yang dilaksanakan tahun 2015 berjudul : “Capturing the Asian Millennial Travellers”, PATA meneliti sifat dan perilaku para wisatawan millenial asal Indonesia, China Singapura dan India, meliputi apa saja yang milenials dari masing-masing negara inginkan dan harapkan dari perjalanan wisata mereka dan bagaimana perilaku mereka di destinasi bersangkutan.
Ternyata di dalam era digital sekarang ini, perilaku konsumen millenials Asia menjadi cukup berbeda dengan yang biasanya ditangani oleh industri pariwisata Indonesia sampai saat ini. Juga mengingat bahwa selama ini tour operators Indonesia lebih terbiasa menangani wisatawan asal Eropa dan Amerika dan Jepang di samping Australia. Maka baru akhir-akhir ini sajalah wisatawan ke Indonesia didominasi oleh wisatawan Asia yang bersifat dan berkelakuan sangat beda dengan wisatawan Eropa dan Amerika.
Oleh karenanya survey ini sangat berguna bagi pelaku pariwisata kita untuk bisa memahami apa yang sebenarnya yang dicari dan diinginkan wisatawan Asia dalam mengadakan perjalanan liburan dan wisata mereka.
Adapun hasil penelitian dan survey PATA menjelaskan sebagai berikut.

Angkatan Kerja Millennial

Angkatan Kerja Millennial – Foto source: rappler.com

Millennial Indonesia : Lebih mencari harga diskon, dan destinasi cakep untuk Instagram

  1. Bagi millenial Indonesia, Harga yang terjangkau dan Diskon merupakan yang paling menentukan , baik dalam memilih penerbangan mana, hotel maupun fasilitas lainnya.
  2. Biasanya dalam menentukan perjalanan wisata, milenials Indonesia tidak merencanakannya jauh- jauh hari, bahkan cenderung diputuskan secara dadakan apalagi kalau diberi Sales atau Diskon, hal mana sangat menentukan jadwal bepergian.
  3. Dalam perjalanan wisata ke luar negeri, mereka lebih sering memilih ke negara-negara ter dekat saja sekitar Indonesia.
  4. Informasi yang paling dipercaya adalah yang diberi kawan-kawan atau orang yang dipercaya (word of mouth)
  5. Tapi yang pasti tidak boleh dilewatkan bagi milenial Indonesia adalah kesempatan membagi pengalaman perjalanan di Internet. Sebab itu, sambungan Internet untuk bisa mengirim selfie ke sosmed di Instagram, Twitter atau Facebook sangat mutlak. (Di Indonesia terdapat lebih 60 juta pengguna Facebook).

Millennial China: Mencari destinasi yang “sangat terkenal” dan menginap di hotel berbintang

  1. Berbeda dengan wisatawan muda Indonesia, milenials China sangat tertarik untuk berwisata ke destinasi-destinasi yang “sangat terkenal” , biarpun jauh.
  2. Mereka juga membelanjakan uang cukup banyak untuk perjalanan, yaitu 2 kali lebih banding pengeluaran rata-rata milenial negara Asia lainnya.
  3. Destinasi utama yang dipilih adalah Amerika, Jepang dan Hongkong.
  4. Dan yang kita di Indonesia perlu perhatikan adalah bahwa ternyata menurut Survey ini, Milenials China lebih memilih terbang dengan Business Class (19%), dan menginap di hotel bintang 4 ke atas, karena mereka sangat mengutamakan dimanja dan kenyamanan.
  5. Pada umumnya mereka menggabungkan paket tour dengan acara bebas, berarti mereka mengharuskan adanya waktu luang untuk acara sendiri.
  6. Dan sama seperti milenials Indonesia, mereka (97%) juga sangat mengharuskan adanya fasilitas Internet untuk membagi pengalaman dan mengirim selfie selama perjalanan melalui online, blogs dan sosmed. Yang berarti mereka akan mengutamakan destinasi yang menyediakan sambungan WiFi.

Millennial India : Menginap di hotel bintang 4 dan mengutakaman Kuliner lezat

  1. Dengan semakin banyak wisatawan India ke Indonesia, dan semakin seringnya Garuda Indonesia terbang antara Mumbai dan Bali, maka perlu juga dipelajari tingkah laku dan apa yang diinginkan wisatawan India, termasuk anak mudanya.
  2. Menurut survey PATA ini, maka sama seperti wisatawan muda China, millennials India juga lebih suka memilih menginap di hotel berbintang, walau di hotel yang lebih murah dibanding wisatawan China, yaitu antara bintang 1 sampai 3
  3. Tapi bagi mereka Makan (Kuliner) dan makan di restoran yang menyediakan makanan yang paling lezat itulah yang terpenting. Mereka juga tidak segan-segan memilih penerbangan yang cukup mahal.
  4. Wisatawan India lebih senang berwisata bersama keluarga dan mencari destinasi yang cukup jauh, bisanya mereka ke Eropa dan Amerika.

Millennial Singapura: Value for Money dan ke destinasi dekat

  1. Hampir sama dengan wisatawan Indonesia, wisatawan muda Singapura juga sangat irit dalam pengeluarannya dan mencari harga yang terbaik sebelum mengadakan tour. Ini bukan karena mereka kurang uang, akan tetapi mereka lebih mementingkan value for money.(mutu dan kenyamanan dengan harga terjangkau)
  2. Pada umumnya mereka juga berwisata ke destinasi-destinasi yang lebih dekat, terutama di Asia dan Australia.
  3. Mereka jarang membeli paket wisata melalui travel agent, karena mereka lebih suka menentukan acara perjalanan sendiri.
  4. Sebelum berwisata, para millennials Singapura sangat rajin merencanakan perjalanan dengan mencari informasi di internet, menyelidiki berbagai tawaran online yang ada, tetapi mereka juga berkonsultasi dengan kawan atau saudara dan menanyakan rekomendasi mereka.
  5. Hanya saja berbeda dengan wisatawan Indonesia, milenials Singapura justru ingin memanjakan diri dengan menginap di hotel bintang 4 keatas atau bahkan di villa atau boutique hotel.

Perbedaan antara Millennial Asia dengan Eropa, Amerika dan Timur Tengah

  1. Di antara anak muda zaman Now, wisatawan Asialah yang ternyata mempunyai masa liburan yang paling singkat, yaitu rata-rata antara 4 hari saja, walau perjalanan diadakan 2 kali setahun. Mereka juga bepergian ke destinasi yang lebih dekat dan sangat memperhitungkan pengeluaran biaya.
  2. Sementara wisman Eropa mengambil waktu liburan yang paling lama, walaupun mereka juga sangat memperhitungkan biaya pengeluaran, akan tetapi mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk shopping.
  3. Sedangkan wisatawan Amerika adalah pasar yang paling banyak berlibur dalam setahun. Mereka juga royal dalam mengeluarkan uang, dan lebih memilih menginap di hotel bintang 4 bahkan bintang 5. Penerbangan yang dipilih terutama penerbangan pelayanan penuh/full service airline dibanding naik pesawat biaya murah atau LCC (Low Cost Carrier). Wisatawan Amerika 2x lebih suka mencari destinasi yang penuh kegiatan aktif dan olah raga dibanding wisatawan dari benua lain, dan mereka juga berwisata cukup lama dibanding wisatawan dari benua lain.
  4. Dalam pada itu wisatawan Timur Tengah adalah yang paling jarang berwisata, akan tetapi sekali mereka berwisata, mereka menghendaki liburan yang panjang. Mereka juga paling banyak mengeluarkan biaya perjalanan walaupun perjalanan itu lebih ke negara-negara dan destinasi yang lebih dekat termasuk ke Eropa. Mereka sangat mengandalkan nasehat dan rekomendasi kawan, dan lebih senang menyerahkan aturan perjalanan pada orang lain, termasuk pada biro perjalanan atau kawan yang biasa menangani tour wisata.

Kesimpulan:

Di era digital sekarang ini, kedudukan Konsumen menjadi semakin penting. Karena itu negara-negara dan destinasi-destinasi yang ingin menarik wisatawan, ternyata tidak cukup mengiklankan destinasi secara mencolok saja ataupun menempatkan Branding sebagai yang terpenting, karena konsumen millenial Now mencari kehebatan mereka tidak lagi dengan memamerkan Brand ternama, tetapi mengunggulkan berapa followers yang mengikuti blog mereka. Indonesia juga perlu sadar bahwa apa yang diinginkan oleh Wisatawan Asia dan wisatawan Millenial Asia sangat berbeda dengan keinginan dan perilaku wisatawan Eropa dan Amerika.

Semoga cuplikan dari Survey PATA ini berguna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: