Bagaimana Menjadi Travel Agents Digital Handal – Bagian-1


Sekitar dua dekade yang lalu bisnis online mulai ramai dilakukan para pengusaha, khususnya pengusaha muda yang mencari alternatif usaha baru dengan berbagai alasan dan motivasi. Dewasa ini sudah menjadi lazim berbisnis secara online di bidang kepariwisataan. Apakah itu dalam bidang perhotelan, khususnya pemesanan kamar, pemesanan ticket pesawat maupun pemesanan tour secara utuh dalam bentuk paket, yang secara populer disebut sebagai Agen Perjalanan Online, – Online Travel Agent (OTA). Namun demikian, sampai sejauh manakah Anda bisa meraih keberhasilan dalam usaha OTA Anda, sangatlah bergantung pada seberapa jauh Anda memenuhi kriteria beberapa persyaratannya sebagaimana usaha lainnya juga secara konvensional (offline) sekalipun.
Secara umum, dapat dikatakan bahwa dalam usaha OTA terdapat beberapa perbedaan dengan usaha Travel Agent Offline, meskipun pada hakekatnya lebih banyak kesamaannya.

Di lihat dari pangsa pasarnya Travel Agent dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Offline Travel Agent, yang meliputi:
    a. Local Travel Agent, di mana travel agent jenis ini pada dasarnya berlokasi di daerah atau negara yang sama dengan tempat tinggal konsumen (wisatawan).
    b. Overseas Travel Agent, yaitu travel agent yang berlokasi di wilayah yang terpisah oleh lautan, negara bahkan benua dari tempat tinggal konsumen (wisatawan).
  2. Online Travel Agent (OTA), adalah salah satu jenis travel agen yang seluruh kegiatan transaksinya dilakukan secara online (blog.citos.id).

Sementara itu, kita mengenal pula adanya Travel Agents yang beroperasi dengan cara kedua-duanya, baik Offline maupun Online, yang kemudian kita sebut sebagai Travel Agents Digital, mungkin lebih tepat disebut Digitalized Travel Agents.

Untuk mengetahui seluk beluknya lebih jauh, di bawah ini disajikan sebuah artikel berjudul “Perlukah Travel Agents Go Digital?”, yang ditulis oleh Wuryastuti Sunario, salah seorang anggota dan mantan ketua Care Tourism, seperti berikut.

Perlukah Travel Agents Go Digital?
Oleh
Wuryastuti Sunario

Bagian I.

Kalau saat ini masih ada Travel Agent yang masih saja mempertanyakan apakah perlu perusahaannya beralih ke Digital, maka siap-siaplah tutup usaha Anda, karena seluruh dunia termasuk masyarakat Indonesia sendiri, dari presiden sampai ke tukang sayur sudah beralih ke digital sampai-sampai kita sekarang sudah tidak mampu lagi melepaskan tilpun genggam, apalagi waktu berwisata.

Sebuah artikel dalam blog RubyGarage yang berjudul “Digital Trends in the Travel Industry 2019” mengutarakan, bahwa 82% lebih orang dewasa di Amerika Serikat memesan hotel dan penerbangan secara online, tanpa perantara travel agency. Juga ditemukan bahwa biarpun sebagian besar calon wisatawan masih mencari informasi dan booking lewat desktop atau laptop, tetapi dipastikan bahwa selama perjalanan wisata, wisatawan menggunakan smartphone yang sekarang sudah makin canggih dan instant, tidak saja dalam pengiriman dan menerima data, images dan konektivitas, tetapi juga dalam hal memesan sampai membayar tiket pesawat dan hotel, bahkan sampai ke check-in pesawat.

Ditemukan juga bahwa di Australia jumlah pemesan online sudah mencapai 44% dari jumlah wisatawan, di Jepang 59%, Korea Selatan 53%, Jerman 27%, UK 45%, Perancis 44%, bahkan di India sebanyak 87%. Jadi, jelaslah bahwa sekarang, dipacu kemajuan dan kemudahan internet, mayoritas wisatawan sudah fasih menyusun perjalanannya sendiri, membayar tiket pesawat dan hotel online, tanpa memerlukan jasa travel agents lagi, semua dibuat DIY – Do It Yourself.
Jadi tidak lagi tersisa pilihan bagi travel agent yang ingin maju selain langsung beralih ke Digital. Hal mana bukan berarti perusahaan Anda perlu menjadi OTA.

Intinya, OTA sebenarnya adalah perusahaan IT, yang dalam hal ini berbisnis booking wisata, yang fungsinya hampir sama dengan wholesaler yang menjual atau menjadi agen hotel dan penerbangan di seluruh penjuru dunia. Akan tetapi mereka sendiri bukan operator hotel ataupun penerbangan atau beroperasi tour. Ini sangat berbeda dengan Digital Travel Agents yang aktif beroperasi dalam kegiatan travel agency, menjual jasa wisata, paket wisata dan destinasi secara digital selain offline secara tradisional. Beberapa agents Indonesia yang saya perhatikan sudah aktif di Social Media dan menggunakan berbagai bahasa, seperti antara lain: Incito dan Marintur.

Perlu diingat juga, bahwa dengan perobahan yang terjadi sedemikian cepatnya di era digital ini, bahkan airlines sekarangpun juga membuka OTA sendiri. Itu sebabnya banyak airlines sekarang berstrategi berhenti memberi komisi kepada travel agents.

Jadi apakah fungsi travel agency menjadi kedaluwarsa? Tidak. Asal saja, travel agent bersangkutan memahami bahwa konsumen / wisatawan yang akan diraih juga sudah berobah keinginan dan perilakunya mengikuti jaman. Kalau dulu wisatawan susah mendapat informasi dan merasa repot mengatur perjalanan sendiri dan karenanya memilih bantuan travel agent, sekarang informasi tersedia berlimpah di internet (asal saja, tahu bagaimana mencarinya tentunya). Konsumen juga bisa dengan mudah membandingkan harga antara satu airline dengan airline lain, bahkan juga membandingkan negara atau destinasi mana yang lebih menarik dan mampu menyajikan harga yang terjangkau.

Maka yang dicari wisatawan Now adalah travel agent yang sudah terbukti benar-benar terpercaya, yang mengenal dan menguasai seluk beluk setempat, sekaligus mampu menjadi guide yang informatif yang mengantar wisatawan ke tempat dan atraksi yang berbeda dari lain.

(Bersambung)

Artikel terkait:

Pengertian Tentang Online Travel Agent (OTA) Dan Jenis Travel Agen


https://rubygarage.org/blog/digital-transformation-trends-in-travel-industry/

MENGENAL PELANGGAN LEBIH DEKAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: