ANDAIKATA WISMAN DILARANG DATANG


Hampir semua Negara di dunia berupaya mengembangkan kepariwisataannya, mengingat kepariwisataan sangat dipercaya sebagai sumber devisa dan mendatangkan berbagai manfaat, baik manfaat ekonomi maupun manfaat lainnya seperti hubungan perdagangan, politik, social budaya yang membawa persahabatan antar bangsa dari kepariwisataan mancangara. Dalam hal manfaat ekonomi yang acapkali diperbincangkan antara lain pendapatan nasional sebagai dampak dari akumulasi berbagai transaksi yang terjadi karena uang yang dibelanjakaan wisman selama di Negara yang dikunjunginya.

Berbagai transaksi ekonomi itu membawa manfaat langsung kepada masyarakat. Namun bukan berarti mayarakat menerima mata uang asing secara langsung, – walaupun mungkin ada yang menerima langsung seperti pramuwisata, hotel, maskapai penerbangan, yang seringkali dibayar dalam mata uang Negara asal wisman tersebut.

Masyarakat petani, peternak, nelayan, karyawan hotel, restoran, biro perjalanan, taksi dan angkutan lainnya, pengrajin souvenir, pramuwisata, Continue reading

DAMPAK EKONOMI APA YANG DIPEROLEH DARI PARIWISATA? (BAGIAN II)


Mungkin, 30% dari satu juta dollar itu akan “mengalir” (bocor) ke luar daerah itu yang diperlukan untuk membayar barang dan jasa yang dibeli wisatawan namun tidak diproduksi di daerah yang bersangkutan (barang dan jasa seperti itu lazimnya diperhitungkan sebagai dampak penjualan langsung).
Karena “kebocoran” tadi, maka sisanya yang $700.000 dalam bentuk penjualan langsung akan menghasilkan $350.000 penghasilan dalam industri pariwisata dan menunjang 20 lapangan kerja pariwisata. Kita tahu bahwa industri pariwisata bersifat padat karya dan padat penghasilan, menciptakan proporsi penjualan yang besar menjadi penghasilan dan lapangan kerja terkait.
Sebaliknya, industri pariwisata membeli barang dan jasa dari industri lainnya di daerah itu dan membayarkan sebagian besar dari $350.000 penghasilannya untuk upah dan gaji karyawannya. Inilah yang menciptakan dampak sekunder ekonomi di daerah tersebut.
Sebuah penelitian misalkan menggunakan faktor pengganda (multiplier factor) 2,0 untuk menunjukkan bahwa tiap dollar dari penjualan langsung menghasilkan satu dollar tambahan dalam penjualan sekunder di daerah Continue reading

DAMPAK EKONOMI APA YANG DIPEROLEH DARI PARIWISATA? (BAGIAN I)


Bahwa kepariwisataan memiliki berbagai dampak ekonomi, sudah banyak diketahui orang. Di Indonesia, hingga saat ini dampak ekonomi pariwisata masih “belum cukup mendapat perhatian” dari berbagai kalangan yang terlibat, baik langsung maupun tidak angsung.

Secara formal, para ahli  membedakan dampak ekonomi yang terjadi karena kegiatan pariwisata, terdiri dari Efek Langsung (Direct Effects), Efek Tidak Langsung (Indirect Effects) dan Efek Induksi (Induced Effects). Sementara itu, Efek Tidak Langsung dan Efek Induksi kadang-kadang disebutnya sebagai Efek Sekunder (Secondary Effects) yang menyertai Efek Langsung selaku Efek Primer (Primary Effect).

Dampak total ekonomi pariwisata merupakan jumlah keseluruhan dampak yang terjadi baik langsung, tidak langsung maupun induksi, yang masing-masing dapat diukur sebagai keluaran bruto (gross output) atau penjualan (sales), penghasilan (income), penempatan tenaga kerja (employment) dan nilai tambah (value added).

Secara nyata, kegiatan pariwisata memberikan manfaat pada penjualan, keuntungan, lapangan kerja, pendapatan pajak dan penghasilan dalam suatu daerah.

Dampak yang paling dirasakan langsung, terjadi di dalam sub-sektor pariwisata primer, -penginapan, restoran, angkutan, hiburan dan perdagangan eceran (retail). Pada tingkat kedua, di sub-sektor sekundernya, berpengaruh pada sebagian besar sektor ekonomi.

Analisis dampak ekonomi kegiatan pariwisata lazimnya berfokus pada perubahan penjualan, penghasilan dan penempatan tenaga kerja di daerah Continue reading

PARIWISATA – Sumber Devisa, Stimulan Kegiatan Ekonomi, Sumber Dana Pembangunan?


Agaknya semua negara di dunia ini memiliki persepsi yang sama, minimal senada, perihal dampak pembangunan pariwisata pada ekonomi negaranya.

Satu hal yang paling sering dinyatakan tentang pariwisata, di tanah air ini, 8259adalah sebagai sumber devisa, stimulan kegiatan ekonomi dan sebagai sumber dana pembangunan. Sedikitnya hal itu dipahami oleh para cendekiawan ekonomi, insan pariwisata serta tokoh pemerintahan, baik di kalangan eksekutif maupun legislatif, yang mungkin jumlahnya tidak terlampau banyak.

Tidak jarang terdengar di antara masyarakat umum pun berbincang atau menulis tentang manfaat pariwisata bagi kesejahteraan ekonomi. Namun sampai sejauh mana pemahaman dan pernyataan mereka itu mempengaruhi sikap, perilaku dan perbuatan mereka, dalam kegiatan sehari-hari, yang mendukung Continue reading