Perkembangan Wisman Jan-Nov 2013


Menyongsong Tahun 2014, kita disambut dengan berita dari KemenParekraf, bahwa kunjungan wisman tahun 2013 melampaui target moderat (8.6) juta.
KemenParekraf menetapkan tiga versi target yaitu target pesimis 8.3 juta, target moderat 8.6 juta dan target optimis 8.9 juta.
Berita tersebut didasarkan pada laporan BPS (Badan Pusat Statistik) perihal jumlah kedatangan wisman November 2013 mencapai 807.422 pengunjung, naik 12.16% dibanding Oktober’13.
Wisman_Nov 2013Perkembangan terakhir kunjungan wisman November 2013 tersebut menunjukkan kenaikan 16.37% dibanding November 2012. Total Kunjungan Wisman Jan-Nov’13 mencapai 7,941,474, naik sebesar 9.12% dibandingkan perode yang sama tahun 2012. Dibandingkan dengan target optimis 8.9 juta berarti hingga November mencapai 81,98% dari target. Dalam tempo satu bulan mendatang, Desember 2013, sisanya masih 18.02% untuk mencapai target maximal (optimis) 8.9 juta, atau 92.34% dari target moderat (8.6 juta), masih kekurangan 7.66% . Tahun 2013 KemenParekraf memperkirakan jumlah wisman mencapai 8.637.275. Menilik angka-angka tersebut, KemenParekraf merasa Continue reading

Advertisements

Beautiful Indonesia For Peaceful World


Tanggal 27 September merupakan Hari Pariwisata Dunia yang ditetapkan oleh UNWTO (United Nations World Tourism Organisation). Secara kebetulan Hari Pariwisata Nasional Indonesia juga jatuh pada tanggal yang sama. Apa fasal?
Saat Hari Pariwisata Nasional ditetapkan, pariwisata berada di bawah satu atap dengan Postel yang Hari Jadi-nya tanggal 27 September, dengan nama Departeman Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (DepParPostel), maka jadilah tanggal tersebut sebagai Hari Jadi Pariwisata juga. Itu terjadi sebelum dipisahkan dari PosTel dan di-satu atap-kan dengan Kebudayaan menjadi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (DepBudPar) yang dewasa ini bernama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (KemenBudPar). Dengan demikian, jika Indonesia merayakan 27 September sebagai Hari Pariwisata, bukan hanya berarti dalam kaitan dengan kepentingan nasional belaka, melainkan juga kepentingan dunia. Dewasa ini banyak negara di dunia yang menetapkan tanggal 27 September sebagai Hari Pariwisata mereka.
Dalam kaitan peringatan Hari Pariwisata Dunia tersebut, yang dipusatkan di Aswan, Mesir, para ahli kepariwisataan dan kebudayaan dunia mengadakan suatu perbincangan dan menggaris-bawahi adanya kebutuhan akan keterlibatan (involvement) dan menyertakan (engagement) masyarakat setempat (local community) dalam pengembangan kepariwisataan.
Perbincangan tersebut merupakan salah satu acara yang dihadiri oleh berbagai pemikir (think tank) tingkat tinggi yang membahas thema peringatan Hari Pariwisata 2011, yaitu Tourism – Linking Cultures, Kepariwisataan – Perekat Kebudayaan, di mana I Gde Ardika, mantan Menteri BudPar, termasuk yang terdapat dalam daftar hadir.
Pada kesempatan itu para pemimpin industri, Menteri Pariwisata dan akademisi, Continue reading