Nilai-nilai Calendar Of Events


Sebuah agenda peristiwa wisata, – yang di kalangan kepariwisataan dikenal sebagai Calendar Of Events (CoE) -, seyogyanya akan mampu menjadi “pemicu” pertumbuhan kepariwisataan di suatu daerah atau destinasi, mengingat CoE merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk:
a. Datang ke tempat tsb.;
b. Memperpanjang masa tinggal di tempat tsb, sehingga pd gilirannya
c. Memperbanyak pengeluaran (belanjanya) di tempat tsb., baik utk makan, minum, penginapan, transportasi dsb.

Event Communications Value

Menjelang tahun 2020 ini, agaknya kita sudah harus memikirkan untuk meluncurkan sebuah agenda peristiwa wisata, – Calendar Of Events (CoE). Agenda ini sejatinya sudah beredar di pasar pariwisata dunia paling lambat 6 bln sebelum tahun berganti.
Calendar of Events (CoE / Kalender Acara) merupakan andalan bagi keberhasilan penyelenggaraan pariwisata di suatu Daerah, – Provinsi, Tujuan/Destinasi Wisata (Tourist Destination). Calendar of Events lazimnya berbentuk Agenda (bergambaar, dalam tatawarna), berisi “Daftar Rangkaian Peristiwa” yang sengaja diselenggarakan atau yang secara alamiah terselenggara sebagai suatu bagian dari kehidupan dan / atau kebiasaan masyarakat setempat secara berkala (mingguan, bulanan, tahunan) yang dikemas sedemikian rupa sehingga menarik pengunjung, baik lokal, regional maupun global. Events yang dirancang untuk memikat pengunjung ini, – baik domestik maupun mencanegara -, lazimnya disebut sebagai “Tourism Events” atau “Agenda Pariwisata”. Continue reading

Kombinasi Destinasi Wisata dan Masa Tinggal Wisman


Seperti kita ketahui, Indonesia memiliki 33 provinsi. Jika seluruh provinsi itu dikembangkan menjadi Destinasi Wisata (DTW, Daerah Tujuan Wisata), maka kita akan memiliki pilihan sebanyak 33 destinasi untuk dimasukkan dalam paket-paket wisata sebagai penawaran produk wisata tanah air.
Dalam situs BPS (Badan Pusat Statistik, bps.go.id) kita jumpai ada daftar yang menampilkan 20 destinasi pilihan dengan disertai data tentang jumlah kamar dan tempat tidur hotel berbintang dan akomodasi lainnya, tingkat hunian rata-rata, jumlah tamu hotel dan rata-rata masa tinggal baik tamu nusantara maupun mancanegara.

Masa Tinggal Wisman

Berbekal data tersebut, khususnya data perihal masa tinggal rata-rata di 20 destinasi pilihan (Lihat Tabel), Care Tourism melakukan simulasi tentang masa tinggal wisman di Length of Stay and Number of BedsIndonesia dihubungkan dengan masa tinggal wisman di destinasi yang menunjukkan rata-rata sekitar kurang dari 3 malam. Di samping itu, dari data statistik (KemenParEKraf dan BPS) menunjukkan bahwa rata-rata masa tinggal wisman di Indonesia selama ini (2001 -2011) adalah sekitar 9 hari. Maka jika kita hubungkan dengan masa tinggal rata-rata di destinasi, diperoleh kombinasi destinasi yang dikunjungi wisman di Indonesia adalah antara 3-4 destinasi.
Pernahkah terfikirkan oleh Anda, berapa kemungkinan kombinasi 3 destinasi, jika kita memilih hanya dari 20 Continue reading

Pengertian Dasar Kepariwisataan | Obyek & Atraksi


Di kala seseorang merencanakan suatu perjalanan ke suatu tempat, disebabkan karena adanya suatu maksud tertentu, tujuan atau motivasi, entah itu untuk maksud kepentingan bisnis (business purposes),  seperti perdagangan, investasi dll., ataupun motivasi pesiar, atau maksud kunjungan lainnya seperti kunjungan resmi, konferensi, pendidikan dsb.
Motivasi perjalanan itu dirangsang atau ditimbulkan oleh adanya “sesuatu yang menarik”, yang lazim disebut daya tarik wisata (tourism attraction, tourist attraction), yang dimiliki tempat kunjungan tersebut, baik untuk kepentingan bisnisnya maupun sebagai tempat pesiar, misalnya iklim tropis yang hangat, iklim ekonomi yang kondusif buat investasi, dll.
Dalam kaitannya dengan manajemen kepariwisataan, daya tarik atau atraksi Continue reading