PERENCANAAN PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN


PERENCANAAN PENGEMBANGAN KEPARIWISATAANSebagaimana pengembangan bidang-bidang lainnya, pengembangan kepariwisataan pun memerlukan perencanaan yang seksama. Satu dan lain hal, karena kepariwisataan menyangkut berbagai bidang kehidupan, baik bagi wisatawan maupun bagi masyarakat setempat yang menjadi “tuan rumah”.

Perencanaan kepariwisataan, tidak hanya berkepentingan dengan wisatawan, melainkan juga melibatkan kepentingan masyarakat setempat (local), daerah (regional) maupun nasional pada umumnya di negara yang bersangkutan. Oleh karena itu pengembangan kepariwisataan harus digarap bukan hanya dalam hal penyediaan hotel dan kegiatan promosi semata, melainkan juga segi-segi lainnya yang menjadi “kebutuhan hidup” wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara – layaknya seorang manusia – sebagaimana kebutuhan hidup masyarakat setempat selaku tuan rumah, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, makan-minum, mobilitas, udara segar, Continue reading

MENYONGSONG 8 JUTA WISMAN DI TAHUN 2009 (Bagian-II)


Dalam tulisan terdahulu telah disampaikan bahwa rakor Depbudpar merencanakan target 8 juta wisman di tahun 2009. Namun, dengan pertimbangan kondisi ekonomi global dewasa ini target 8 juta dinilai terlampau optimis, sehingga akhirnya ditetapkan target moderat 6.500.000, yang menurut hemat kami agak “pesimis”, mengingat tahun 2008 telah mencapai angka (sementara) 6.433.509. Target tersebut, menunjukkan “seakan-akan” pemerintah “tidak akan berbuat apa-apa” alias “menyerah” pada kondisi krisis. Menurut hitungan Care Tourism angka Trend (polynomial, 2000-2012) untuk tahun 2009 menunjukkan 6.758.230, dengan assumsi semua kondisi di tahun 2009 adalah sama dengan 2008, termasuk “upaya promosi” baik yang dilakukan pemerintah maupun pihak lainnya. Kalaupun sekiranya pemerintah “merasa pesimis”,  sekurang-kurangnya angka trend itu layak ditetapkan sebagai target, yang minimal masih menunjukkan laju pertumbuhan 5,05%, melalui upaya pemasaran yang akan dilakukannya, seperti diuraikan di bawah ini.

Kecenderungan (trend) Wisman ke Indonesia

Dalam upayanya mencapai target 2009, pemerintah akan menerapkan berbagai strategi lainnya, di samping “Push Strategy” dan “Pull Strategy” yang diutarakan dalam artikel terdahulu, sebagai berikut.

Dalam hubungan antara sisi produk dengan sisi permintaan pasar, Continue reading

PARIWISATA – Sumber Devisa, Stimulan Kegiatan Ekonomi, Sumber Dana Pembangunan?


Agaknya semua negara di dunia ini memiliki persepsi yang sama, minimal senada, perihal dampak pembangunan pariwisata pada ekonomi negaranya.

Satu hal yang paling sering dinyatakan tentang pariwisata, di tanah air ini, 8259adalah sebagai sumber devisa, stimulan kegiatan ekonomi dan sebagai sumber dana pembangunan. Sedikitnya hal itu dipahami oleh para cendekiawan ekonomi, insan pariwisata serta tokoh pemerintahan, baik di kalangan eksekutif maupun legislatif, yang mungkin jumlahnya tidak terlampau banyak.

Tidak jarang terdengar di antara masyarakat umum pun berbincang atau menulis tentang manfaat pariwisata bagi kesejahteraan ekonomi. Namun sampai sejauh mana pemahaman dan pernyataan mereka itu mempengaruhi sikap, perilaku dan perbuatan mereka, dalam kegiatan sehari-hari, yang mendukung Continue reading