Pemasaran Pariwisata Offline atau Online (Lanjutan)


Artikel ini merupakan kelanjutan daripada artikel terdahulu berjudul “Pemasaran Pariwisata Offline atau Online”, sebagaimana dijanjikan di akhir tulisan tersebut. Di dalamnya mengutarakan antara lain pernyataan seorang ahli Pemasaran Indonesia, Hermawan Kartajaya yang menulis dalam bukunya berjudul “Citizen 4.0” bahwa di era digital ini, dan dalam rangka Pemasaran, kita dihadapkan pada 3 realita Paradoxal (seakan berlawanan tetapi menyatu), yaitu :

  1. Online vs Offline,
  2. Style with Substance, dan
  3. Machine and Human.

Di bawah ini, diuraikan lebih lanjut mengenai Paradoxal yang ke-2 dan ke-3 dalam kaitannya dengan tulisan Wuryastuti Sunario yang berjudul “Memadukan Pemasaran Tradisional dengan Digital Tourism Marketing” sebagaimana berikut ini.

Memadukan Pemasaran Tradisional dengan Digital Tourism Marketing
Oleh
Wuryastuti Sunario

(Lanjutan)

Paradox 2: Substance vs Packaging

Waktu kita menyajikan produk dan jasa maka diperlukan tulisan dan penjelasan yang mampu memukau pembaca dan memberi keterangan yang diperlukan (yang disebut substance, atau “berisi”). Tetapi informasi tersebut masih perlu juga dibungkus secara menarik, dilengkapi dengan foto dan video yang diambil secara profesional dan yang langsung mempesona pembaca sehingga ia akan langsung tertarik untuk membeli tour atau jasa lain yang kita sajikan.
Continue reading