Kombinasi Destinasi Wisata dan Masa Tinggal Wisman


Seperti kita ketahui, Indonesia memiliki 33 provinsi. Jika seluruh provinsi itu dikembangkan menjadi Destinasi Wisata (DTW, Daerah Tujuan Wisata), maka kita akan memiliki pilihan sebanyak 33 destinasi untuk dimasukkan dalam paket-paket wisata sebagai penawaran produk wisata tanah air.
Dalam situs BPS (Badan Pusat Statistik, bps.go.id) kita jumpai ada daftar yang menampilkan 20 destinasi pilihan dengan disertai data tentang jumlah kamar dan tempat tidur hotel berbintang dan akomodasi lainnya, tingkat hunian rata-rata, jumlah tamu hotel dan rata-rata masa tinggal baik tamu nusantara maupun mancanegara.

Masa Tinggal Wisman

Berbekal data tersebut, khususnya data perihal masa tinggal rata-rata di 20 destinasi pilihan (Lihat Tabel), Care Tourism melakukan simulasi tentang masa tinggal wisman di Length of Stay and Number of BedsIndonesia dihubungkan dengan masa tinggal wisman di destinasi yang menunjukkan rata-rata sekitar kurang dari 3 malam. Di samping itu, dari data statistik (KemenParEKraf dan BPS) menunjukkan bahwa rata-rata masa tinggal wisman di Indonesia selama ini (2001 -2011) adalah sekitar 9 hari. Maka jika kita hubungkan dengan masa tinggal rata-rata di destinasi, diperoleh kombinasi destinasi yang dikunjungi wisman di Indonesia adalah antara 3-4 destinasi.
Pernahkah terfikirkan oleh Anda, berapa kemungkinan kombinasi 3 destinasi, jika kita memilih hanya dari 20 Continue reading

Mengukur Kapasitas Produksi Pariwisata


Tahun 2011 sudah berlalu, kini kita berada di tahun 2012, namun data kunjungan wisman ke Indonesia belum juga mencapai angka 8 juta. Di awal Februari 2012 tercatat jumlah kunjungan wisman 2011 menunjukkan angka 7,649,731 (www.bps.go.id, 2 Feb. 2012), yang berarti mengalami kenaikan 9.24% dibanding periode yang sama tahun 2010. Dalam suatu kesempatan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (ketika itu, Jero Wacik) mengemukakan optimismenya bahwa kunjungan wisman akan dapat mencapai angka 7,7 juta (Journal Pariwisata Indonesia, edisi Oktober 2011). Angka itu merupakan kenaikan 10% dari angka wisman 2010 yaitu 7.0 juta. Bulan Desember 2011 yang lalu Care Tourism memperkirakan kunjungan dalam 2011 paling tinggi akan mencapai sekitar 7,634,000, mengingat kunjungan dalam bulan November 2011 hanya mencapai angka 654,948, padahal di bulan November 2011 Indonesia adalah penyelenggara SEA-Games XXVI yang nampaknya sama sekali tidak berpengaruh pada pariwisata kita.  Kunjungan wisman 2011 VisitorTrend_2011sejumlah 7,649,731 tersebut menunjukkan pertumbuhan yang tidak jauh daripada kecenderungan yang tergambar pada garis trend tahun 2011, yaitu Continue reading

MEMBANGUN KEPARIWISATAAN INDONESIA BERBASIS KOMUNITAS


Pada tanggal 29 September 2010, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menggelar suatu acara yang disebutnya sebagai suatu “Talk Show” dalam forum “Friends of Jakarta Tourism” dengan menampilkan para pembicara Drs. Bakri, MM., Imam Prasodjo, PhD. dan BRA Baskoro, S.Hum, MSi. Dalam acara itu Care Tourism berkesempatan hadir dan menilai bahwa salah satu paparan dalam forum Friends of Jakarta Tourism itu, yaitu yang disampaikan oleh Drs. Bakri MM., – dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) -, terlampau berharga untuk tidak diketahui masyarakat banyak, terutama pihak-pihak pemangku kepentingan dalam pengembangan kepariwisataan Kota Jakarta khususnya serta kepariwisataan Indonesia pada umumnya.

Model Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan.
Dalam hubungan itulah, Care Tourism mengambil kesempatan ini untuk menampilkan paparan tersebut, –  setelah diedit seperlunya -, yang berjudul “Program Nasional Continue reading

MENYONGSONG 8 JUTA WISMAN DI TAHUN 2009 (Bagian-II)


Dalam tulisan terdahulu telah disampaikan bahwa rakor Depbudpar merencanakan target 8 juta wisman di tahun 2009. Namun, dengan pertimbangan kondisi ekonomi global dewasa ini target 8 juta dinilai terlampau optimis, sehingga akhirnya ditetapkan target moderat 6.500.000, yang menurut hemat kami agak “pesimis”, mengingat tahun 2008 telah mencapai angka (sementara) 6.433.509. Target tersebut, menunjukkan “seakan-akan” pemerintah “tidak akan berbuat apa-apa” alias “menyerah” pada kondisi krisis. Menurut hitungan Care Tourism angka Trend (polynomial, 2000-2012) untuk tahun 2009 menunjukkan 6.758.230, dengan assumsi semua kondisi di tahun 2009 adalah sama dengan 2008, termasuk “upaya promosi” baik yang dilakukan pemerintah maupun pihak lainnya. Kalaupun sekiranya pemerintah “merasa pesimis”,  sekurang-kurangnya angka trend itu layak ditetapkan sebagai target, yang minimal masih menunjukkan laju pertumbuhan 5,05%, melalui upaya pemasaran yang akan dilakukannya, seperti diuraikan di bawah ini.

Kecenderungan (trend) Wisman ke Indonesia

Dalam upayanya mencapai target 2009, pemerintah akan menerapkan berbagai strategi lainnya, di samping “Push Strategy” dan “Pull Strategy” yang diutarakan dalam artikel terdahulu, sebagai berikut.

Dalam hubungan antara sisi produk dengan sisi permintaan pasar, Continue reading

Mengenal CARE TOURISM Lebih Dekat


Tidak mustahil ada di antara Anda yang bertanya-tanya: Apa gerangan CARE TOURISM itu? … Jangan kecil hati, hal itu merupakan hal yang wajar, mengingat banyak lainnya juga yang belum mengenalnya. Oleh karena itu, kami sampaikan informasi ini untuk Anda, agar dapat mengenal Care Tourism lebih dekat.

Berlatar belakang pemikiran atas kinerja yang semakin merosot tajam sebagai akibat krisis ekonomi 1997 yang berlanjut dengan gejolak politik, social budaya tahun 1998 dan selanjutnya, pada tahun 1999 telah dibentuk sebuah organisasi Masyarakat Peduli Pariwisata dengan nama Yayasan Bina Pariwisata atas prakarsa beberapa orang para mantan pejabat lembaga Continue reading