Wisata Nusantara dan Wisata Nasional


Dalam memahami kepariwisataan, dijumpai berbagai pengertian yang bisa membingungkan atau meragukan, misalnya antara pengertian kepariwisatan nusantara (domestic tourism) dan kepariwisataan nasional (national tourism) atau antara kepariwisataan internasional (international tourism) dan kepariwisataan mancanegara (foreign tourism).
Forms Of Tourism_1Dengan alasan tersebut UNWTO (United Nations World Tourism Organization) merekomendasikan berbagai “dasar pengertian kepariwisataan” yang diharapkan akan dapat “menyeragamkan” pengertian atas semua bentuk kepariwisatan bagi semua negara yang mengembangkan kepariwisataannya dalam rangka penyusunan dan penyajian statistik kepariwisataan masing-masing negara secara seragam.

Pemahaman Umum

Secara umum, kepariwisataan nasional bisa diartikan sebagai kepariwisataan yang dilakukan pengembangannya oleh suatu bangsa, atau negara, sebagai lawan kata dari kepariwisataan internasional yang menyiratkan sebagai kepariwisataan yang berlangsung secara global atau kepariwisataan yang dilakukan berbagai negara di dunia yang ditandai oleh pergerakan lalu lintas orang yang saling berkunjung antar negara. Di sisi lain, kepariwisataan nasional Continue reading

FENOMENA MUDIK | MASA PANEN WISNUS PARIWISATA INDONESIA


Kita semua maklum bahwa setiap tahun masyarakat Indonesia melakukan perjalanan “mudik” pada kesempatan libur besar seperti Iedul Fitri, Natal / Tahun Baru, Imlek, Ceng Beng dsb. Ditinjau dari kacamata kepariwisataan Indonesia, – sebagaimana diutarakan dalam artikel terdahulu , para pemudik itu tergolong wisatawan nusantara (wisnus).
Apa saja kriteria yang melekat pada para pemudik sehingga mereka dikategorikan sebagai wisnus?
Selain itu, apa kata WTO (World Tourism Organization) tentang definisi “Kepariwisataan Nusantara”, yang mereka sebut sebagai “Home Tourism” atau “Internal Tourism”?
Pada tanggal 24-28 Juni 1991, WTO menyelenggarakan “Konferensi Internasional Tentang Perjalanan dan Kepariwisataan” di Ottawa – Kanada, yang menghasilkan rekomendasi dalam resolusinya tentang Definisi Dasar dan Klasifikasi (Basic Definition and Classifications) untuk kepentingan Statistik Kepariwisataan.
Dalam resolusi tersebut WTO merekomendasikan Konsep Dasar Continue reading