PROMOSI CITRA PARIWISATA DARI MASA KE MASA


Dalam kenyataan, hingga saat ini Bali masih memegang peran sangat penting dalam kehidupan pariwisata Indonesia. Bahkan di kalangan pariwisata dunia meng-unggul-kan Bali sebagai Pulau Pesiar Terbaik sedunia. Dalam riwayatnya, sejalan dengan perjalanan waktu, sejak “Jaman Belanda”, Bali memang sudah menjadi buah bibir di kalangan warga Belanda yang berada di Indonesia (ketika itu Hindia Belanda).
Teringat akan masa kecil di “sekolah rakyat” dulu (sekarang SD), kami sering menyanyikan lagu yang berjudul Pulau Bali. Dua kalimat pertama dalam liriknya: Pulau Bali Pulau Kesenian, Tempat Penghiburan Hati … Mungkin sekali yang dimaksud dengan Tempat Penghiburan Hati oleh penciptanya adalah tempat berlibur, “pesiar” (plezier, pleasure).
Bukan hanya itu. Di antara warga Belanda yang bermukim di Indonesia kala itu, sering terdengar “gurauan” yang menganjurkan berkunjung ke Bali sebelum meninggalkan Indonesia, dengan mengatakan : “Jangan pulang ke “negeri” sebelum lihat Bali”. Bagi warga Belanda yang terlanjur pulang ke negerinya mereka saling mengatakan : “Jangan meninggal sebelum lihat Bali”, yang dimaksudkannya adalah “Lihatlah Bali sebelum meninggal”.
Demikian kuatnya daya tarik Bali untuk warga Belanda, sampai-sampai perusahaan penerbangan Belanda KLM (Koninklijke Luchtsvaart Maatschapij) ketika mempromosikan penerbangannya ke Indonesia di awal tahun 1970-an menggunakan slogan : “Fly to Bali with KLM“, padahal ketika itu KLM tidak terbang ke Bali, karena di Bali belum ada bandara internasional, mereka harus melalui Jakarta terlebih dahulu. Bali semakin populer setelah perusahaan-perusahaan penerbangan negara lain pun, seperti Japan Airlines, Cathay Pacific, Pan Am, Qantas dll. “menawarkan” terbang ke Bali, padahal, ya … itulah, mereka harus terbang ke Jakarta dulu, karena Indonesia ketika itu baru memiliki satu bandara internasional, yaitu Jakarta – Kemayoran.
Dengan demikian, secara “tragis” Bali lebih dikenal daripada Indonesia.
Nah, dengan brand image yang sudah melekat pada Bali, promosi Continue reading