Global Tourism Trends 2019 – Bagian-1


UNWTO (United Nation World Tourism Organization) – dalam prognose-nya pada tahun 2007 berjudul TOURISM 2020 VISION, memperkirakan bahwa perjalanan wisata long-haul seluruh dunia akan mengalami pertumbuhan yang lebih pesat, sekitar 5,4% per tahun sepanjang tahun 1995-2020, sementara perjalanan wisata intraregional pada tingkat 3,8%. Dengan demikian akan membawa konsekwensi pada perbandingan antara perjalanan wisata intraragional dengan long-haul akan mengalami pergeseran dari semula 82:18 menjadi 76:24 pada tahun 2020 dan akan mencapai jumlah sebanyak 1,6 milyar wisataawan.
Namun demikian, agaknya bukan hanya dalam hal intraregional dan long-haul saja yang terjadi pergeseran, melainkan dalam hal perilaku dan jenis kelamin serta intensitas perjalanan pun mengalami perubahan, sehingga mau tidak mau – suka tidak suka, para pelaku pengelola dan pemangku kebijakan pariwisata pun harus melakukan penyesuaian-penyesuaian seperrlunya.
Di bawah ini kami sajikan artikel yang ditulis oleh Wuryastuti Sunario, salah satu anggota dan mantan Ketua Care Tourism, yang menggambarkan Global Tourism Trends 2019 secara umum, yang kami bagi menjadi 2 bagian.

Continue reading

Kepariwisataan Kota – Lanjutan


Historical Heritage of RomeMenyambung artikel terdahulu , mari kita mengenali lebih jauh tentang karakteristik Kepariwisataan Kota (urban tourism) pada umumnya dan khsusnya di Indonesia.

Wisata Olahraga

Seringkali peristiwa olah raga diselenggarakan di suatu kota, bahkan tidak jarang terpaksa diselenggarakan di beberapa kota yang berbeda secara simultan seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun tingkat internasional seperti Olimpiade, World Cup, Asian Games, ASEAN Games, turnamen golf, tennis, badminton dan sejenisnya. Penyelenggaraan peristiwa olahraga ini tidak saja mendatangkan para pemain yang ikut bertanding melainkan juga para penonton dan para supporter fanatik. Selain itu, keluarga pun acapkali ‘mendampingi’ para pemain, seperti isteri, ibu, bapak, bahkan yang belum berkeluarga pun tidak mustahil membawa pacarnya.
Nah dengan demikian terciptalah peluang pengembangan kepariwisataan lebih luas daripada sekedar wisata budaya dan wisata bisnis semata.
Wisata olahraga tidak hanya menyangkut prestasi, tapi juga dalam hal memenuhi kebutuhan rekreasi dan pendekatan pada lingkungan (sosial-budaya, alam, pedesaan dan perkotaan), seperti halnya dengan Jakarta Marathon, Tokyo Continue reading