PARIWISATA DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


Pengembangan kepariwisataan dewasa ini acapkali dihubungkan dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Mengapa demikian? Kenyataan menunjukkan bahwa pengembangan kepariwisataan itu tidak hanya membawa “manfaat” (dampak yang bersifat positif), melainkan juga yang berdampak negatif, antara lain pada kualitas lingkungan hidup.

Berbagai negara, termasuk Indonesia, yang terhimpun dalam organisasi pariwisata global maupun regional sangat peduli dengan pembangunan berkelanjutan dalam kaitannya dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Beberapa data di bawah ini (Sumber: World Economic Forum Report – 2009), Continue reading

PARIWISATA BERKELANJUTAN DAN MASALAHNYA – DI INDONESIA


Dalam website DepBudPar, disajikan beberapa tulisan antara lain dari Roby Ardiwidjaja – seorang peneliti Departemen Kebudayaan dan Pariwisata -, yang menulis paper tentang Pariwisata Berkelanjutan, berjudul : “STRATEGIC SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT IN INDONESIA” (Pengembangan Strategis Kepariwisataan Berkelanjutan di Indonesia) . Kami menilai tulisannya sangat berharga untuk tidak diketahui oleh kalangan pemangku kepentingan dalam bidang pariwisata. Adapun tulisan aslinya, yang kami baca disajikan dalam bahasa Inggris. Di bawah ini kami sajikan salah satu bagian dari tulisannya, – yang kami terjemahkan bebas ke dalam bahasa Indonesia -, dengan harapan dapat dibaca oleh masyarakat luas, khususnya yang berkepentingan dengan pengembangan pariwisata, baik dari kalangan investor, Pemerintah Daerah maupun para dosen/ pengajar pariwisata dsb. Harapan lain dari penyajian artikel ini, semoga bermanfaat bagi segenap pihak yang membacanya. Inilah tulisannya.

Sangat dipercaya bahwa ada banyak manfaat ekonomi dari pengembangan Continue reading

DEGRADASI LINGKUNGAN: SUATU IRONI DALAM PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN


Artikel ini disampaikan berdasarkan komentar pada artikel terdahulu yang masuk dari Soehartini Sekartjakrarini, Phd yang menyampaikan tulisan Chandra Malik dalam The Jakarta Globe (aslinya dalam bahasa Inggris) . Berikut ini sadurannya secara bebas.
Pengembangan kepariwisataan di suatu negara, pada umumnya bertumpu pada kekayaan, keanekaragaman, kekhasan lingkungan alam maupun budayanya, yang pada hakekatnya dinilai sebagai modal dasar pengembangan kepariwisataan. Oleh karena itu, pengembangan kepariwisataan yang tidak terkendali akan mengakibatkan “tercemar”-nya lingkungan tersebut – baik alam maupun budaya. Sekali alam dan budaya itu sudah tercemar, kepariwisataan pun mulai terancam keberadaannya. Ini suatu hal yang logis, mengingat motivasi “pariwisata alam dan budaya” akan memudar. Di sinilah letaknya ironi dimaksud.
Di satu sisi pengembangan kepariwisataan memerlukan lingkungan, – alam dan budaya -, sebagai modal dasarnya, di sisi lain kepariwisataan berpotensi untuk menimbulkan kerusakan lingkungan bahkan berpotensi sebagai “ancaman”.
Setidaknya Soehartini Sekartjakrarini, anggota Care Tourism – seorang ahli lingkungan, direktur eksekutif IDEA (Innovative Development of Eco Awareness) menyatakan bahwa jika suatu daerah mengembangkan kepariwisataannya, maka efek samping yang negatif bisa saja terjadi. Hutan, Continue reading

PARIWISATA PENUH TANGGUNG JAWAB – Responsible Tourism


Mungkin di antara Anda menjumpai hal-hal yang kurang menyenangkan pada waktu liburan, di mana seyogyanya liburan Anda merupakan saat yang paling menyenangkan dan menyegarkan. Toilet umum yang “jorok”, sampah berserakan di pantai, sampai pada terumbu karang yang rusak akibat ulah penyelam, berbagai tanaman yang rusak akibat ulah para pendaki gunung dsb.

Banyak hal yang dapat kita lakukan baik sebelum, di saat maupun setelah liburan dilakukan agar hal-hal itu tidak terjadi baik dalam perjalanan Anda maupun di rumah yang Anda tinggalkan selama liburan.

Banyak di antara kita yang tidak menyadari, bahwa liburan kita dapat menjadi penyebab atau sedikitnya penymbang terhadap pencemaran lingkungan. Bukan hanya sekedar bekas kemasan makanan atau minuman kita yang “tercecer”. Jangankan yang tidak disengaja, bahkan yang dibuang sembarangan dengan sengaja pun banyak kita jumpai di tempat-tempat kita berlibur. Secara tidak kita sadari pula, bahwa kendaraan bermotor yang kita gunakan untuk berlibur pun berperan mencemarkan udara sekitarnya.

Dalam banyak hal, sebaiknya kita jangan terlampau mengharapkan, apalagi menghimbau, pihak lain untuk memperhatikan dan memelihara lingkungan, Continue reading